BKSDA Sulawesi Tenggara tutup tiga objek taman wisata alam saat pandemi COVID-19

id BKSDA,konservasi, wisata alam

BKSDA Sulawesi Tenggara tutup tiga objek taman wisata alam saat pandemi COVID-19

Pihak BKSDA Sultra menutup sementara tiga objek taman wisata alam demi mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) menutup sementara tiga objek taman wisata alam guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran wabah pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19.

Ketiga objek wisata alam yang ditutup sementara tersebut, yakni wisata alam Labengki di Taman Wisata Alam Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Utara, Permandian Kea-Kea di TWA Mangolo Kelurahan Ulunggolaka, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka dan permandian Air Terjun Moramo SM Tanjung Peropa di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.



Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra, La Ode Kaida di Kendari, Minggu, mengatakan penutupan sementara itu TWA tersebut berdasarkan Surat Edaran Mentari LKH Nomor SE.1/MENLHK/SEKJEN/SET.1/3/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pencegahan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Kemwnterian LHK.

"Kedua Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor SE.3/KSDAE/SET/PEG/1/3/2020 tanggal 12 Maret 2020 dan ketiga Imbauan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor: 443/1335 tanggal 17 Maret 2020,"kata Kaida.

Sesuai pengumuman penutupan kawasan ketiga objek wisata alam konservasi Sultra oleh Kepala Balai KSDA Sultra yang belum dicabut, dan memperhatikan Surat Edaran Menteri LHK, Dirjen KSDAE, Maklumat Kapolri dan Imbauan Gubernur Sultra dalam rangka pencegahan penularan COVID-19," jelasnya.



Kaida mengungkapkan meskipun pihaknya telah menutup sementara taman wisata alam, sejak 25 hingga 30 Mei 2020 masih banyak pengunjung yang berdatangan di lokasi objek wisata tersebut. Karena untuk mencegah penyebaran COVID-19, pihaknya terpaksa memutar balik ratusan pengunjung baik roda dua maupun roda empat.

"Penutupan ini sampai waktu yang belum ditentukan dan tentu kami berharap agar masyarakat menahan diri dan tidak melakukan atau pun mendatangi objek-objek wisata alam untuk sementara waktu demi mencegah penyebaran COVID-19, sehingga sama-sama kita memutus mata rantai penyebaran virus ini," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar