Warga penerima BSL di Baubau berharap tahap dua segera terealisasi

id bsl

Warga penerima BSL di Baubau berharap tahap dua segera terealisasi

Warga penerima Bantuan Sosial Langsung (BSL) saat mendatangi kantor Pos Kendari untuk menerima bantuan tahap pertama di suasana bulan puasa 1441 hijriah. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) -
Warga penerima bantuan sosial (BSL) di Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap secepat mungkin bantuan tahap kedua segera terealisasi, sehingga beban ekonomi untuk keluarga bisa meringankan apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19,

"Dalam kondisi pandemi COVID-19, membuat kami semua tidak lagi berjualan di pasar tradisional karena dibatasi aktivitas kita, sehingga harapan kami dari bantuan sosial dari pemerintah itu sedikitnya bisa meringankan beban ekonomi yang serba sulit saat ini," ujar Wa Mia (35) salah satu warga kota Baubau yang mengaku sebagai penjual ikan keliling, Minggu.

Ia mengatakan, bantuan sosial tahap pertama yang sudah diterima sebelum lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah lalu itu, sedikitnya membantu beban hidup untuk tiga orang anak sementara suaminya hanya sebagai tukang ojek sepeda motor.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab dalam keterangan terpisah kepada awak media mengatakan belum memastikan apakah BSL yang dulunya Bantuan tunai langsung (BLT) tahap kedua ini terealisasi pada bulan Juni, karena dari pergeseran APBD disepakati baru Bansos tahap satu.

“Kita belum pastikan tahap dua ini karena yang dianggarkan dari APBD baru tahap satu,” ujaranya.

Dikatakan, bantuan sosial tunai untuk warga terdampak COVID-19 yang dialokasikan Pemerintah Pusat sekaligus tiga tahap, namun untuk bansos dari Pemerintah Kota Baubau baru disepakati satu tahap.

Abdul Rajab mengatakan, bansos COVID-19 diperuntukkan untuk warga yang memang berhak menerima. Karena itu bila ada penerima belum mendapatkan bantuan tahap satu baik yang dialokasikan dari Pemerintah Pusat, Provinsi ataupun Kota, maka diminta segera melaporkan namanya ke pemerintah kelurahan masing-masing untuk bisa menjadi bahan pengambilan keputusan.

“Jadi nanti kelurahan yang mendata kemudian hasilnya itu disampaikan ke kami dan kami laporkan kepada pimpinan untuk kemudian pimpinan mengambil keputusan,”jelasnya.

Abdul Rajab menambahkan, saat ini penyaluran bansos berupa bahan pokok untuk tahap satu yang bersumber dari APBD Kota Baubau masih terus dilakukan. Total ada 11.236 keluarga penerima manfaat(KPM) tersebar di 8 kecamatan.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar