Labkesda-Gugus Tugas COVID-19 Sultra helar tes cepat

id Corona,COVID-19 Sultra

Labkesda-Gugus Tugas COVID-19 Sultra helar tes cepat

Labkesda -Gugus Tugas COVID-19 Sultra saat melakukan tes cepat COVID-19 Kepada warga Kota Kendari, di Posko Gugus Tugas COVID-19 Sultra, Sabtu (30/5/2020). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan tes cepat corona (rapid test) gratis di Posko Gugus Tugas COVID-19 Sultra di Kendari, Sabtu.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal mengatakan tes cepat itu dilakukan untuk mengetahui atau mendeteski dini kemungkinan adanya warga yang terinfeksi virus corona.

Rabiul mengungkapkan, berdasarkan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, salah satunya rapid test menjadi syarat wajib bagi warga yang ingin bepergian dengan menunjukkan hasil negatif dan atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan.

"Rapid test adalah skrining awal virus corona dalam tubuh melalui sampel darah. Sampel inilah yang memberi informasi adanya imunoglobulin atau IgM dan IgG dalam tubuh manusia," ucap Rabiul.

Hasil rapid test, katanya, akan terlihat perlu waktu 10-15 menit berupa garis pada keterangan C, IgG, dan IgM. Garis pada C mengindikasikan pasien nonreaktif (negatif), sedangkan garis pada C dan IgG atau IgM menandakan pasien reaktif (diduga positif).

"Pada pasien negatif biasanya tes akan diulang dalam waktu 7-10 hari. Pengecekan ulang untuk memastikan tubuh tidak memproduksi IgM atau IgG akibat paparan virus corona. Pembentukan IgM dan IgG perlu waktu beberapa minggu bergantung pada reaksi tubuh," ujar Rabiul.
Labkesda -Gugus Tugas COVID-19 Sultra saat melakukan tes cepat COVID-19 Kepada warga Kota Kendari, di Posko Gugus Tugas COVID-19 Sultra, Sabtu (30/5/2020). (ANTARA/Harianto)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sultra Ridwan mengatakan bahwa peran puskesmas, RSUD kabupaten/kota, rumah sakit rujukan dan tempat tertentu, seperti lokasi terminal pelabuhan, terminal bandara, pasar modern, tradisional dan Labkesda Sultra agar melakukan tes cepat COVID-19 secara masif tanpa dipungut biaya atau gratis.

"Tujuannya adalah semata-mata untuk percepatan penanganan pemutusan virus corona. Pemeriksaan tetap dilakukan di fasilitas kesehatan yang diawasi petugas kesehatan, mereka faham dan mengerti langkah selanjutnya bila rapid test menunjukkan hasil positif atau negatif," kata Ridwan.

"Mereka (petugas kesehatan) akan mencatat orang ini tinggalnya di mana, hasilnya apa. Kalau negatif berarti harus diulang lagi dalam beberapa hari kemudian untuk memastikan. Kalau positif diuji kembali dengan PCR (polymerase chain reaction)," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar