Di Sultra, 2.283 lansia terima bantuan sosial

id Bansos

Di Sultra, 2.283 lansia terima bantuan sosial

Kepala LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin (baju biru) yang ikut terlibat langsung dalam penyaluran bantuan sosial kepada Lansia di Sultra. (ANTARA/HO-LRSLU Minaula Kendari)

Kendari (ANTARA) - Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari mulai menyalurkan bantuan sosial  Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) kepada 2.283 lansia yang masuk kategori miskin di Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan rilis LRSLU Minaula Kendari,  Rabu,  dalam penyalurannya Loka Minaula menggandeng 29 Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Kepala LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin, mengatakan progres LU adalah salah satu upaya Kementerian Sosial guna meringankan beban masyarakat, terutama warga lansia sebagai kelompok rentan, dalam wabah COVID-19.

"Ini merupakan arahan resmi dari Bapak Menteri Sosial untuk untuk mempercepat penyaluran Bansos Progres LU. Lansia menjadi prioritas karena paling rentan dengan wabah COVID-19. Oleh karena itu, kami harus hadir dengan cepat membantu masyarakat meringankan permasalahannya, sesuai tagline kami Kemensos Hadir," kata Syamsuddin.

Syamsuddin yang ikut terlibat langsung penyaluran tersebut mengungkakan, total anggaran bansos yang disalurkan oleh Kementerian Sosial untuk lansia di Sultra yakni Rp6.164.100.000 melalui Progres-LU Loka Minaula Kendari.

Setiap lansia akan menerima bantuan total Rp2.700.000 dengan rincian dana bantuan bertujuan (Bantu LU) sebesar Rp1.500.000 untuk bantuan lanjut usia, Rp500 ribu untuk dukungan keluarga, sebagai pegangan anggota keluarga yang merawat lansia jika sewaktu-waktu lansia butuh sesuatu yang mendesak dapat menggunakan dana tersebut, serta dana perawatan dan terapi sosial sebesar Rp700 ribu.

Dana bantuan bertujuan dan dukungan keluarga diserahkan secara tunai. Sementara dana terapi dan perawatan sosial akan dikelola oleh LKS LU untuk salurkan sesuai dengan kebutuhan lansia.

Dana tersebut dapat digunakan untuk pembelian barang-barang yang dibutuhkan oleh lansia seperti alat bantu, atau makanan penambah daya tahan tubuh baik itu vitamin, supplement, madu, susu lansia atapun dibelanjakan APD dan dan alat kebersihan diri seperti masker dan sabun guna melindungi lansia dari wabah covid, dana ini juga bisa digunakan untuk membayar jasa profesi untuk terapi lansia seperti Dokter, Perawat, Psikolog, Fisioterapi, jika lansia membutuhkan layanan profesional.

"Jadi dana terapi dan perawatan sosial diserahkan pengelolaannya kepada LKS LU untuk disalurkan sesuai dengan kebutuhan lansia berdasarkan hasil asesmen dari pendamping. Bisa berbentuk bahan makanan penambah daya tahan tubuh, bisa, APD,dan kebersihan diri, alat bantu seperti tongkat, atau untuk membayar jasa profesi, dimana total bantuannya per lansia senilai Rp700 ribu." jelasnya.
Kepala LRSLU Minaula Kendari, Syamsuddin (baju biru) yang ikut terlibat langsung dalam penyaluran bantuan sosial kepada Lansia di Sultra. (ANTARA/HO-LRSLU Minaula Kendari)


Bunga Sau (69), salah seorang lansia penerima bantuan mengatakan merasa sangat terharu, dengan mata berkaca kaca mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial karena telah mendapatkan bantuan Progres LU. Nenek Bunga ini baru saja ditinggal mati oleh suaminya dan sekarang tinggal bersama denga seorang anak perempuannya di sebuah rumah yang sangat sederhana.

"Alhamdulillah, saya senang sekali dapat bantuan dari Kementerian Sosial, dalam kondisi susah seperti ini ada bantuan dan perhatian dari pemerintah, saya tidak pernah menyangka saya bisa dapat bantuan. Bantuan ini sangat membantu untuk membeli kebutuhan hidup sehari – sehari. Beli beras, sayur ikan dan kebutuhan lainnya" kata Bunga Sau.

Sementara itu, Nurjanah ketua LKS LU Al-Jannah mengatakan, dalam penyalurannya LKS LU pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat seperti lurah dan RT/RW bahkan Babinkantibmas.

"Dalam penyaluran bantuan kami berkordinasi dengan pemeritah setempat, bahkan ada yang ikut mendampingi dalam proses penyaluran seperti lurah Bende, lurah Kampung salo dan lurah puwatu, juga hadir Kasat Babinkantibmas juga merupakan satgas Bantuan sosial," ungkapnya.

Untuk memastikan bahwa bantuan tersebut sampai ke penerima bantuan para pendamping yang menyalurkan bantuan harus membuat dokumentasi dalam bentuk foto dan video, dalam video tersebut memuat testimoni dari lansia bahwa mereka telah menerima sejumlah bantuan Progres LU dari Loka Minaula Kendari, Kementerian Sosial .

Selain di Sulawesi Tenggara, Progres LU ini juga sudah mulai disalurkan di delapan Provinsi jangkauan kerja Loka Minaula Kendari dengan total penerima bantuan yakni 7060 lansia. Adapun delapan provinsi tersebut adalah Sultra, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar