Pelindo IV memberlakukan 17 jam kerja sejak adanya wabah COVID-19

id Pelindo IV

Pelindo IV memberlakukan 17 jam kerja sejak adanya wabah COVID-19

Arsip-General Manager PT Pelindo IV (Persero) cabang Kendari, Debby Duakaju, saat memantau aktivitas di dermaga PT Pelindo IV Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - General Manager PT Pelindo IV (Persero) cabang Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Debby Duakaju mengatakan sejak adanya wabah pandemi virus Corona (COVID-19), pihaknya menerapkan pengurangan tujuh jam kerja yakni dari 24 jam menjadi 17 jam operasional.

"Untuk kegiatan bongkar muat tetap berlangsung, hanya jam kerjanya yang kami sesuaikan, yang semula kegiatan operasional 24 jam, saat ini kami berkegiatan hanya 17 jam," kata Debby saat diwawancara via WhatsApp, di Kendari, Senin (30/3).

Debby mengungkapkan bahwa jam operasional tersebut akan terus diberlakukan selama masih ada adanya wabah COVID-19, namun apabila pemerintah menyatakan bahwa Indonesia telah aman dari COVID-19, maka jam kerja akan disesuaikan kembali.

Selain itu, Debby mengungkapkan meskipun adanya wabah virus corona, namun tidak mempengaruhi volume bongkar muat kontainer di pelabuhan atau terminal petikemas Kendari New Port (KNP) yang dioperasikan sejak Mei 2019 lalu.

"Untuk trafik peti kemas tidak mengalami penurunan dan apabila dibandingakan dengan tahun sebelumnya tumbuh sekitar 15 persen, rata-rata petikemas yang dibongkar dan muat setiap bulannya sekitar 8.200 box perbulan," ungkap Debby.

Kapal pelayaran yang melaksanakan kegiatan bongkar muat, kata dia, di terminal petikemas KNP di dermaga PT Pelindo IV ada tujuh pelayaran, yakni PT Meratus, PT Tanto, PT Sril, PT Spil, PT Samas, PT Mentari dan PT Temas.

"Sebagian besar kapal kontainer yang masuk di Kendari dari pelabuhan asal Surabaya. Mayoritas kontainer bongkaran berisi sembilan bahan pokok (sembako)," jelasnya.

Sementara untuk mengantisipasi COVID-19, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan suhu tubuh khususnya diterminal penumpang, melakukan social distancing dan menyiapkan tempat cuci tangan.

"Untuk mengantisipasi COVID-19, khususx di terminal penumpang kami bekerja sama dangan KSOP dan KKP melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang naik dan turun, melakukan social distancing, menyiapakn tempat cuci tangan.Khusus untuk di Pelabuhan Nusantara kami dibantu oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari dan dari partai PKB, terima kasih semua bantuannya semoga membawa berkah buat kita semua," pungkasnya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar