Pelabuhan Feri Kolaka ditutup bagi penumpang cegah

id feri

Pelabuhan Feri Kolaka ditutup bagi penumpang cegah

Kepala Kantor UPP Kolaka, Hasfar. (foto Antara/Darwis Sarkani)

Kolaka (ANTARA) - Pelabuhan penyeberangan kapal feri yang menghubungkan Kabupaten Kolaka (Sulawesi Tenggara) dengan Kabupaten Bone (Sulawesi Selatan), mulai Sabtu ditutup sementara bagi penumpang pengguna jasa angkutan transportasi laut itu.

Kepala Kantor UPP Kolaka, Hasfar yang dikonfirmas, mengatakan, sesuai surat keputusan Bupati Bone Nomor 178 Tahun 2020 tentang penetapan status
tanggap darurat bencana non-alam di Kabupaten Bone.

Dalam surat itu kata Hasfar Pemerintah Bone meminta pembatasan angkutan orang melalui penyeberangan yang menghubungkan pelabuhan Bajoe dan
Kolaka.

"Namun untuk pengangkutan logistik yang menggunakan jasa transportasi laut tetap di buka," katanya.

Pembatasan pengangkutan orang itu, kata dia, mulai berlaku tanggal 28 Maret 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan sehingga Pemerintah
Kabupaten Kolaka mengeluarkan imbauan yang mendukung langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Bone.

"Langkah ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona," ungkap Hasfar.

Hasfar juga mengimbau kepada masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut untuk sementara tidak melakukan perjalanan guna menghindari
penyebaran virus itu.

Sementara itu dari Baubau dilaporkan, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kendari wilayah Baubau, dr. Ricki mengatakan mendukung bila ada kebijakan pemerintah daerah untuk menutup sementara aktivitas Pelabuhan Baubau selama 14 hari guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Intinya pelabuhan distop dulu, sebab rawan. Karena timur sudah ada, barat sudah jelas. Jakarta, Surabaya, Makassar, Maluku, dan Papua dilewati semua yang sudah postif Corona dan itu lewat Baubau semua," ujar Ricky.

Menurutnya, penutupan sementara pelabuhan akan lebih aman sebab pelabuhan Baubau merupakan salah satu pelabuhan di Indonesia yang rutin disinggahi kapal-kapal Pelni dari wilayah Barat dan Timur Indonesia maupun kapal rakyat antar pulau sehingga sangat rawan terhadap penyebaran Virus Corona.

Ditambah lagi kata dia, penumpang yang turun dari kapal selalu tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak aman antar sesama dalam mencegah persebaran virus Corona.

"Jadi kesimpulan amannya itu, stop dululah (pelabuhan) menurut saya," imbuhnya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar