Pemkot Kembangkan Teluk Kendari Jadi Kawasan Strategis Pusat Bisnis

id Teluk kendari

Pemkot Kembangkan Teluk Kendari Jadi Kawasan Strategis Pusat Bisnis

Wali Kota Kendari, H Sulkarnain K. (Foto ANTARA/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Sultra akan mengembangkan pesisir Teluk Kendari sebagai bagian wilayah pengembangan kawasan strategis pusat bisnis atau Central business district (CBD) Teluk Kendari.

Wali Kota Kendari, H Sulkarnain di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa dirinya telah memaparkan materi terkait Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Strategis Pusat Bisnis (CBD) Teluk Kendari pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka pembahasan RDTR, di Jakarta, Senin (17/2).

"Ada 16 Kelurahan dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kadia dan Kecamatan Kambu yang akan menjadi fokus lingkup Bagian Wilayah Pengembangan Kawasan Strategis Pusat Bisnis Teluk Kendari," katanya.

Dikatakan, penataan ruang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan kawasan CBD Teluk Kendari sebagai pusat pelayanan jasa skala regional yang kontemporer serta mempertimbangkan aspek lingkungan dan kebencanaan (Bay Front City).

Baca juga: Diperpanjang hingga Juli, kontrak pekerjaan jembatan Teluk Kendari

Terkait pengembangan kawasan CBD Teluk Kendari, kata dia, Pemkot Kendari telah melakukan penetapan tiga kawasan strategis Kota Kendari yang meliputi kawasan strategis kota dari sudut kepentingan ekonomi dan lingkungan, kepentingan sosial budaya, serta dari sudut kepentingan pertahanan keamanan.

"Dalam rencana penataan ruang ini, Pemkot Kendari juga akan mengembangkan kawasan teluk, yang dijadikan sebagai pusat kegiatan ekonomi dengan menghadirkan wisata kuliner, perdagangan dan jasa kota. Disediakan juga ruang campuran yang terintegrasi dengan fungsi pelestarian dan RTH Publik, serta mempertahankan kegiatan UMKM (seperti PKL dan pasar tradisional)," katanya.

Untuk tidak melupakan aspek lingkungan Teluk Kendari, katanya, Pemkot Kendari melakukan revitalisasi sebagai upaya perlindungan dari ancaman kerusakan dan mendorong kawasan perkotaan yang adaptif dan ramah terhadap banjir dan longsor.

Hal ini telah sejalan dengan penetapan 5 Kawasan Strategis Kota Kendari yakni Kawasan Strategis Pusat Bisnis (CBD) Teluk Kendari dan Pusat Pemerintahan (Ekonomi dan Lingkungan), Kawasan Kota Lama (Sosial Budaya).

"Kemudian Kawasan Pelabuhan Bungkutoko dan Industri Abeli (Pusat Pertumbuhan Baru Ekonomi), Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi dan Pendidikan Tinggi (Pusat Pertumbuhan Baru Ekonomi), serta Kawasan Terminal Baruga (Kawasan Ekonomi dan Agroindustri)," pungkasnya.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar