Sensus penduduk, BPS Baubau sosialisasi di sekolah

id Sosialisasi sensus penduduk

Sensus penduduk, BPS Baubau sosialisasi di sekolah

Kepala Badan Pusat Statistik Baubau, Sudirman K (foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, melakukan sosialisasi di Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat sebagai upaya agar para pelajar bisa membantu orang tuanya dalam mengisi data sensus penduduk secara online (daring) yang kini telah berjalan. 

"Kita sudah sosialisasi hampir di semua sekolah (SMA). Harapan  kita dengan memahami itu mereka bisa membantu mengisi data sensus online, karena satu orang bisa mengisi untuk satu keluarganya," ujar Kepala BPS Baubau, Sudirman K, di Baubau, Senin. 

Sensus penduduk tahun ini, kata dia, dilaksanakan dua tahap, dimana tahap pertama secara online dimulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. 

"Kita juga akan lakukan sensus secara manual atau "door to door" di bulan Juli. Jadi yang belum terdata akan didata juga disosialisasi pada pertemuan dilingkungan RT/RW setempat," ujarnya. 

Pada sensus manual nanti, katanya pula, petugas yang akan direkrut berjumlah sekitar 170 orang seperti rencana awal, namun tenaga pencacah itu bisa berkurang apabila sensus secara online berjalan lancar. 

"Kita akan merekrut secara terbuka. Intinya dia (tenaga sensus) bisa menggunakan smartphone dan internet untuk aktifitas itu, karena dalam sensus online itu menggunakan fasilitas internet," ujarnya. 

Baca juga: Wawali Baubau harap ASN berpartisipasi dalam sensus online

Dia juga mengungkapkan, sensus secara online ini Baubau ditarget bisa mencapai 51 persen atau sekitar 80 ribu penduduk dari jumlah data BPS sekitar 170 ribu penduduk. 

"Sampai kemarin kami dikirimkan dari provinsi, evaluasinya kita sudah sampai 250 orang, karena memang dihari pertama sangat banyak yang belum bisa mengakses karena padatnya jaringan," katanya. 

Perlunya adanya sensus penduduk, menurutnya, karena penduduk sebagai objek dan subjek pembangunan merupakan acuan untuk membuat beragam kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. 

"Pembangunan tidak bisa jalan kalau kita tidak mengetahui penduduknya. Misalnya pemerintah ingin membangun sekolah lagi di Sorawolio kalau jumlah penduduknya sekian bisa kita melihat. Termasuk daya tampung suatu daerah akan bisa diketahui," katanya. 

Olehnya, Ia juga berharap sensus tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki data kependudukan, karena kelebihan dari sensus secara online tersebut benar-benar akurat karena di isi oleh penduduk itu sendiri.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar