Ini Cerita Ayudia Bing Slamet jadi penyanyi

id Ayudia bing slamet,Ditto percussion

Ini Cerita Ayudia Bing Slamet jadi penyanyi

Pasangan artis, Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion ditemui saat jumpa pers "#temantapimenikah2 Concert" di kantor Falcon Pictures, Jakarta, Senin (17/2/2020) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Ayudia Bing Slamet kini merambah dunia tarik suara melalui proyek "Dengarkan Dia" bersama sang suami, Ditto Percussion, awalnya duo ini dikolaborasikan untuk mendukung novel "Teman Tapi Menikah 1".

Ditto mengatakan alasan awalnya membuat duo "Dengarkan Dia" adalah agar Ayu bisa selalu ikut ke mana pun dia manggung. Akhirnya proyek ini pun digarap serius sebagai pelengkap buku dari kisah hidup mereka.



"Gue lihat bakat Ayu memang sudah dari kecil pas SMP itu. Makanya pas gue nikah, gue udah dengerin kan. Jadi gue tahu mana yang jelek dan mana yang bagus, kalau dia jelek pasti enggak gue paksain," kata Ditto ditemui saat jumpa pers "#temantapimenikah2 Concert" di kantor Falcon Pictures, Jakarta, Senin.

Pertama kali bernyanyi, Ayudia mengaku tidak percaya diri. Sebab, dia mulai berkarier di dunia hiburan sebagai aktris bukan penyanyi.

"Awalnya kan aku dari akting, sebenarnya dari dulu suka nyanyi tapi kok enggak diarahin ke sana. Akhirnya setelah nikah sama Ditto kan kita jadi tahu apalagi waktu sekolah kita satu band sih sebenarnya," jelas Ayudia.



"Itulah yang namanya dunia tuh macam-macam, misalnya akting aku bisa pede, sempet awalnya struggling luar biasa, enggak ditonton banyak orang tapi lihat orang-orang nyanyi bareng itu langsung luruh. Jadi ada semangat ritual untuk nenangin," lanjutnya.

Sementara itu, pasangan suami istri ini juga merasa bersyukur karena setelah menikah memiliki banyak pekerjaan apalagi mereka selalu dipasangkan berdua. Ayudia dan Ditto pun menjadikan pekerjaannya sebagai alat untuk menikmati kebersamaan.

"Kita malah enjoy, karena kita berdua ngerasa kalau banyak yang dikerjain, kita makin happy. Jadi itu malah jadi quality time-nya kita," jelas Ayudia.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar