Dukung Sultra Lokomotif Ekonomi di Kawasan Timur, Kendari Kembangkan Sektor Perikanan

id Pemkot perikanan

Dukung Sultra Lokomotif Ekonomi di Kawasan Timur, Kendari Kembangkan Sektor Perikanan

Wali Kota Kendari, Sulkarnain K, saat hadiri dan menjdi salah satu narasumber pada seminar dengan tema “Sultra Economi Briefing 2020-2024 : Menuju Sultra Sebagai Lokomotif Ekonomi Baru di KTI” yang dilaksanakan di Century Park Senayan Jakarta, Jumat. (Foto Kominfo Kendari)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berkomitmen untuk mengembangkan sektor perikanan dalam mendukung Sultra menjadi lokomotif ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia.



Wali Kota Kendari, Sulkarnain K, menyatakan komitmen itu disampaikan pada saat jadi narasumber pada seminar dengan tema “Sultra Economi Briefing 2020-2024 : Menuju Sultra Sebagai Lokomotif Ekonomi Baru di KTI” yang dilaksanakan di Century Park Senayan Jakarta, Jumat.



Sulkarnain dalam pemaparannya mengangkat tema "Kebijakan pembangunan perikanan dan kelautan kota Kendari dalam mendukung pembangunan ekonomi Sultra dan nasional".



Sulkarnain dalam kesempatan menjelaskan tentang gambaran umum Kota Kendari, dengan visi mewujudkan Kendari kota layak huni yang berbasis ekologi, informasi dan teknologi dengan misi meningkatkan pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur dan penataan wajah kota Kendari.



"Kota Kendari dengan posisi strategis, sebagai ibukota provinsi, menghadap langsung dan relatif dekat Laut Banda dan Laut Arafura, serta ketersediaan sarana dan infrastruktur (pelabuhan perikanan samudera dan TPI Kendari) menjadi kutub pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota dan menjadi sentra pengembangan produksi perikanan di Sulawesi Tenggara," kata Sulkarnain.



Sementara itu, Chairman eLFATA Institute, Rahman Farisi, mengatakan, tujuan kegiatan ini karena Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi dari sektor pertanian, perikanan kelautan, pertambangan dan pariwisata akan memfokuskan diri menjadi lokomotif ekonomi baru di Kawasan Timur Indonesia.



"Kalau potensi-potensi tersebut di maksimalkan dan didesign dengan baik dalam bentuk kebijakan, akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara," kata Rahman Farisi.



Seperti diketahui dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020-2024, pembangunan ekonomi akan difokuskan di luar Pulau Jawa dan Sumatera.



Fokus pembangunan di luar Pulau Jawa dan Sumatera untuk mendorong ekonomi daerah berkembang tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah maju. Untuk itu Pertumbuhan ekonomi kawasan timur diproyeksi mencapai 9 persen pada tahun 2024.



Proyeksi pertumbuhan kawasan timur yang lebih tinggi dari rata-rata nasional,  menyebabkan terjadinya pergeseran pertumbuhan yang ditandai dengan berpindahnya porsi perekonomian dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra sebesar 1,2 persen pada kawasan timur Indonesia.



Sebagai narasumber pada kegiatan seminar Sultra Economi Briefing 2020-2024 adalah, Dr. Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian RI), Dirjen Perikanan Tangkap (Kementerian Perikanan dan Kelautan RI), H. Ali Mazi (Gubernur Sulawesi Tenggara), Amirul Tamim (Anggota DPD RI), H.Sulkarnain K (Walikota Kendari), La Bakry (Bupati Buton), A.S.Tamrin (Walikota Bau bau).

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar