2019, ratusan warga pesisir di kepulauan Buton ikuti diklat kepelautan

id 2019, warga pesisir ikuti diklat

2019, ratusan warga pesisir di kepulauan Buton ikuti diklat kepelautan

Kepala Seksi Kesyahbandaran Kantor UPP Kelas 1 Baubau, Muh Irfan Jayadinata (foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas 1 Baubau, Sulawesi Tenggara, mencatat sepanjang tahun 2019 warga pesisir di kepulauan Buton telah mengikuti Pendidikan dan Pelatuhan (Diklat) kepelautan dan telah  mendapatkan sertifikasi.

Sebanyak 582 orang warga pesisir di kepulauan Buton itu yakni,  warga Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Kabupaten Wakatobi.

Kepala Seksi Kesyahbandaran Kantor UPP Kelas 1 Baubau, Muh Irfan Jayadinata, di Baubau, Kamis mengatakan, 582 peserta Diklat tersebut terdiri dari 250 orang penerima sertifikasi Basic Safety Training (BST), Security Awareness Training (SAT), Advance Fire Figthing (AFF), Crowd Management Training (CMT) dan sertifikasi Crisis and Human Behavior Management (CMHT). 

Kemudian sebanyak 124 peserta penerima sertifikasi Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM), dan 200 orang mengantongi sertifikasi Surat Keterangan Kecakapan (SKK). 

"Kalau tahun 2018 peserta yang sudah mendapatkan sertifikasi SKK sebanyak 640 orang," ujarnya. 

Diklat yang diikuti masyarakat umum itu, menurut dia, merupakan kegiatan yang digelar Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong Sulawesi Selatan dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. 

"Ada beberapa kegiatan PIP dan BP2IP. Sertifikasinya dikeluarkan di Makassar," ujarnya, seraya menambahkan peserta sebelum diberangkatkan terlebih dulu juga diberikan pengarahan di Kantor UPP Baubau. 

Dalam pelaksanaan diklat, kata dia, semua kebutuhan peserta mulai transportasi hingga penginapan dan uang saku ditanggung oleh PIP atau BP2IP selaku penyelenggara kegiatan. 

"Jadi kegiatan pemberdayaan itu gratis. Kami berkoordinasi dengan instansi terkait pemda setempat untuk mengikutkan masyarakatnya," ujarnya. 

Baca juga: Warga pesisir di Sultra butuh pelatihan kepelautan

Diklat gratis yang dilaksanakan tersebut, menurutnya pula, merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas ketika mereka bekerja dikapal atau ingin melaut. 

"Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang kepelautan, tapi juga sertifikat yang diberikan akan memiliki manfaat yang sangat baik," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar