Serangkaian HDI Sultra, anak disabilitas diajari menciprat batik

id disabilitas,sulawesi tenggara

Serangkaian HDI Sultra, anak disabilitas diajari menciprat batik

Serangkaian Hari Disabilitas Internasional tingkat provinsi Sultra 2019 diselenggarakan di pantai Toronipa Kabupaten Konawe, Selasa. Nampak Plt Kadisdikbud Sultra Asrun Lio,PhD dan mewakili Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Ny Endang Estarini serta Mrs.Pamela Davis dari penggiat anak berkelebihan khusus asal Australia, (ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2019 tingkat provinsi Sulawesi Tenggara, puluhan anak disabilitas dari 12 kabupaten kota di Sultra berkumpul disalah satu tempat wisata pantai Toronipa dengan melakukan kegiatan lomba menggambar, menyanyi dan membatik dengan cara menciprat kain putih lalu menghasilkan kain yang dinamai batik ciprat.

Kegiatan lomba dan membatik bagi anak berkelebihan khusus itu mendapat sambutan luar biasa dari Plt. Kadis Diknasbud Sultra Asrun Lio,PhD dan mewakili Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Endang Estarini serta Pamela Davis dari penggiat anak berkelebihan khusus asal Australia, dipusatkan di wisata Pantai Toronipa Kabupaten Konawe, Selasa.

Batik dengan cara menyipratkan pewarna di atas kain putih ini memiliki motif yang abstrak dan berbeda di setiap kainnya. metode pembuatan batik ciprat sebagai media pemberdayaan terhadap anak- anak yang memiliki kebutuhan khusus atau penyandang disabilitas, kata salah seorang guru yang membina para anak-anak yang rata-rata usia belasan tahun itu.

"Metode pembuatan batik ciprat bagi anak-anak berkelebihan khusus ini sebagai media pemberdayaan, sekaligus Sebagai bentuk rasa cinta akan seni budaya tanah air maka sejak dini anak juga harus diperkenalkan dengan berbagai macam kebudayaan," ujar Plt Kadis Diknasbud Sultra Asrun Lio.

Selain itu, dengan belajar membatik ciprat, anak-anak akan terbiasa melakukan kegiatan positif dan sebagai media kreativitas anak khususnya penyandang disabilitas dalam berkarya.

"Saya mengajak semua anak-anak penyandang disabilitas untuk ambil bagian pada rangkaian HDI tahun ini dengan penuh suka ria, dan selalu penuh optimistis dalam menjalani hidup dengan hati serta terus berkarya dan bekerja di berbagai bidang," ujarnya.

Ia juga mengajak kepada para guru pembina disabilitas yang tersebar pada 74 SLB untuk tidak patah semangat membina dan mengajar anak-anak berkelebihan khusus di tempat tugasnya masing-masing.


 
Serangkaian Hari Disabilitas Internasional tingkat provinsi Sultra 2019 diselenggarakan di pantai Toronipa Kabupaten Konawe, Selasa, Plt Kadisdikbud Sultra Asrun Lio,PhD bersama rombongan disambut dengan tarian khas daerah setempat dengan pengalungan bunga oleh dua anak perempuan penyandang disabilitas. (foto Antara/Azis Senong)


Data Dinas Pendidikan dan kebudayaan Sultra menyebutkan, jumlah anak disabiltas hingga 2018 tercatat lebih dari 1.800-an orang yang tersebar di 17 kabupaten dan dua Kota. Dan dari jumlah tersebut terbesar di wilayah Kabupaten Muna-Muna Barat.

Baca juga: Staf Khusus Presiden Milenial ingin media lebih ramah pada kaum difabel

Rangkaian peringatan HDI 2019 yang di pusatkan di obyek wisata pantai Toronipa Kabupaten Konawe atau sekitar 14,4 kilometer arah utara Kota Kendari itu, dipilih karena wilayah itu dianggap paling cocok dan aman bagi para guru pebina anak disabilitas untuk melakukan kegiatan lomba maupun rekreasi hiburan lainnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar