Kerja Sama Malaysia, IAIN Kendari Siap Bangun Lembaga Pemeriksa Halal

id iain kendari

Kerja Sama Malaysia, IAIN Kendari Siap Bangun Lembaga Pemeriksa Halal

Kerja Sama antara IAIN Kendari dan Global Hatech Malaysia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd dan Noramin Bin Mohd Noor, Chairman Global Hatech Sdn Bhd di Kantor Global Haltech, Kuala Lumpur, Sabtu (30/11) (foto Humas IAIN Kendari)

Kendari (ANTARA) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari siap membangun Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai tindak lanjut dari kerja sama dengan salah satu Lembaga Halal Science Tersertifikasi ISO 17025 di Malaysia, Global Haltech.

Rektor IAIN Kendari, Prof Dr Faizah Binti Awad, mengatakan kerja sama ini sangat terkait dengan rencana pendirian Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang tengah digagas IAIN Kendari.

Untuk mendirikan LPH IAIN Kendari katanya, harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain memiliki kantor dan kelengkapan labotarium, memperoleh akreditasi dari BPJPH, memiliki auditor halal paling sedikit 3 orang, dan membangun kerjasama dengan Lembaga Pemeriksa Halal lainnya.


“Kita sedang mempersiapkan fasilitas kantor dan kelengkapannya seperti dari SDM auditor halal dan laboratorium. Target kita persyaratan pendirian LPH dapat terpenuhi dalam waktu dekat sehingga bisa segera beroperasi melayani penerbitan rekomendasi produk halal yang kemudian akan diteruskan kepada BPJPH untuk penerbitan sertifikat kehalalan sebuah produk,” kata Rektor.

Menurut dia, pendirian LPH sebagai perpanjangan tangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama adalah sebuah keharusan.

Urgensi pendirian LPH di setiap provinsi katanya, berkaitan dengan implementasi Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mulai berlaku pada tanggal 17 Oktober 2019.  

"Sebelum mendirikan LPH, IAIN Kendari telah mengirim calon auditor halal untuk memperoleh pelatihan teknis Jaminan Produk Halal pada Global Haltech selama empat hari, 26 – 29 November 2019. Mereka yang mengikuti pelatihan tersebut antara lain Jumarddin Lafua, M.Si, (dosen Biologi), Hilda Ayu Melvi Amelia, M.Sc (dosen Biologi) Zul Arham,M.Si (dosen Kimia) dan Ismaun, M.Si (dosen Kimia)," katanya.

Auditor halal kata Rektor, harus memenuhi persyaratan antara lain berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, beragama Islam, berpendidikan minima strata 1 pada bidang pangan, kimia, biokimia, teknik industri, biologi dan farmasi.

"Mereka dituntut memiliki pemahaman dan wawasan luas tentang kehalalan sebuah produk menurut syariat Islam," katanya.

Auditor Halal katanya, akan menjalankan tugas pemeriksaan dan pengkajian proses pengolahan, bahan baku produk, sistem penyembelihan, kondisi lokasi pengolahan produk, peralatan, ruang produksi serta ruang penyimpanan.

"Keseluruhan tahapan tersebut harus dipastikan memenuhi unsur halal dan baik. Hasil pengkajian Auditor halal akan menjadi dasar pemberian rekomendasi kehalalan produk," katanya.

Baca juga: Pengelolaan Jurnal Ilmiah IAIN Kendari jadi percontohan di Sultra

Kerja sama IAIN Kendari dengan Global Haltech akan terus berlanjut dengan melaksanakan program pendampingan sampai memperoleh akreditasi ISO 17025 dari Badan Akreditasi Nasional.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd dan Noramin Bin Mohd Noor, Chairman Global Hatech Sdn Bhd di Kantor Global Haltech, Kuala Lumpur, Sabtu (30/11/2019).

 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar