BPJamsostek Kendari gelar talkshow terkait kepesertaan BPU

id Bpjamsostek kendari

BPJamsostek Kendari gelar talkshow terkait kepesertaan BPU

Kepala BPjamsostek Kendari, Muhyiddin (kedua dari kiri), Bupati Bombana Tafdil (ketiga dari kiri), pengamat ekonomi Abdul Rahman Farisi (keempat dari kiri) dan Kepala Dinas Transmigrasi Konawe Utara, Juswan (kanan) saat talkshow tentang kesertaan bukan penerima upah (BPU) di Kendari, Senin. (foto Antara/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) atau BPJS Ketenagakerjaan Kendari bersama Pemda Kabupaten Bombana, Kabupaten Konawe Utara, dan Praktisi Ekonomi melakukan talkshow terkait Peningkatan Kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) melalui Sinergi antara Pemda dan BPJS Ketenagakerjaan guna meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.

Kegiatan talkshow tersebut menghadirkan Bupati Bombana, H. Tafdil; Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Konawe Utara, Juswan, Pengamat Ekonomi Nasional, Abdul Rahman Farisi, Kepala BPJS Ketenagakaerjaan Sulawesi Tenggara, Muhyiddin Dj, bertempat pada salah satu hotel ternama di Kendari, Senin.

Kegiatan Talkshow ini bertujuan agar masyarakat dapat teredukasi tentang manfaat BPJAMSOSTEK dan peran BPJAMSOSTEK dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya untuk masyarakat pekerja mandiri.

Bupati Bombana, Tafdil, dalam sambutannya mengatakan bahwa BPJAMSOSTEK merupakan satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena BPJAMSOSTEK melindungi pekerja dari resiko-resiko kerja. Sehingga pada saat pekerja mengalami resiko kerja, pendapatan keluarga pekerja tidak ikut berhenti.

“Kami tahun 2018 telah mendaftarkan 6000 pekerja rentan agar dilindungi BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan sampai Tahun 2022," katanya.

Baca juga: Pemprov Sultra-BPJS Ketenagakerjaan sosialisasi Penghargaan Paritrana

Sementara itu, Juswan selaku Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja yang mewakili Bupati Konawe Utara dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya kegiatan ini sebagai acuan bagi Kabupaten Konawe Utara untuk menyejahterakan seluruh pekerjanya diberbagai sektor.

Kepala BPJamsostek Kendari, Muhyuddin Dj, mengatanan jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan hak yang wajib dimiliki oleh seluruh pekerja Indonesia, bukan hasil dari belas kasihan dengan skema peningkatan kesejahteraan melalui BPJAMSOSTEK.

Apa yang diberikan BPJAMSOSTEK kata dia, merupakan manfaat pasti, karena resiko yang dijaminkan merupakan resiko pasti. BPJAMSOSTEK hadir untuk mencegah kemiskinan bagi keluarga pekerja yang mengalami resiko.

"Jangan sampai keluarga pekerja yang mengalami resiko menangis berkali-kali karena harus mengurus biaya-biaya lain," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar