BPP Kendari meningkatkan produktivitas 7.785 orang

id BPP

BPP Kendari meningkatkan produktivitas 7.785 orang

Kepala BPP Kendari Andi Asriani Koke, saat membuka kegiatan peningkatan produktivitas kerja dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup BPP Kendari, Senin (2/12/19). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Berdasarkan data Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni 2017 hingga Desember 2019, BPP telah melakukan pengembangan SDM dan meningkatkan produktivitas di wilayah Indonesia Timur sebanyak 7.785 orang.

Kepala BPP Kendari Andi Asriani Koke, mengatakan dari sebanyak 7.785 orang itu tersebar di wilayah Indonesia Timur yang terdiri dari berbagi latar belakang.

"Yang dilatih dalam kegiatan pelatihan bidang produktivitas berasal dari dunia usaha (UMKM), dunia pendidikan, masyarakat umum, dan instansi pemerintah serta 210 perusahaan telah mendapatkan bimbingan konsultansi peningkatan produktivitas," kata Andi Asriani Koke disela-sela kegiatan meningkatkan produktivitas kerja para ASN menghadapi era 4.0, di Kendari, Senin.

Andi Asriani Koke juga mengatakan bahwa kegiatan peningkatan produktivitas tersebut telah dilaksanakan secara tersebar pada 10 provinsi di wilayah kerja BPP Kendari.

"Dalam upaya peningkatan produktivitas secara terpadu, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, serta stakeholder terkait," katanya.

Mengingat hal tersebut, kata dia, BPP Kendari telah menandatangani komitmen bersama dengan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara dan di Sulawesi Selatan, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah, Kepala Perbankan serta disaksikan oleh Dirjen Binalattas Kemnaker RI.

"Komitmen bersama tersebut terkait upaya peningkatan produktivitas perusahaan melalui kemudahan regulasi berusaha, akses permodalan serta pendampingan yang efektif bagi alumni pelatihan BPP Kendari. Kedepannya juga akan dilaksakan komitmen bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan wilayah lain," katanya.

Ia mengatakan, bahwa upaya tersebut sejalan dengan Pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang telah mencanangkan 5 visi Indonesia Maju 2019-2024, salah satunya Pembangunan Sumber Daya Manusia.

"Pada tahun 2019 ini, dicanangkan sebagai tahun SDM, yang artinya kebijakan pembangunan Indonesia akan difokuskan pada pengembangan kualitas SDM. Berdasarkan Visi Presiden, disusunlah sebuah rencana rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2020-2024) yakni menciptakan manusia yang berkualitas dan berdaya saing," jelasnya.

Baca juga: BPP tingkatkan produktivitas pelaku UMKM di Konawe Selatan

Dalam kesempatan itu pula, Andi Asriani mengungkapkan, bahwa secara spesifik pelatihan peningkatan produktivitas bertujuan agar peserta mampu secara mandiri mengukur tingkat produktivitas dan kinerja usaha yang dijalankan secara keseluruhan baik dari sisi produksi ataupun sisi sumber daya manusia.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar