Wali Kota: Kemajuan teknologi menimbulkan dampak positif dan negatif

id Wali Kota: Kemajuan teknologi

Wali Kota: Kemajuan teknologi menimbulkan dampak positif dan negatif

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin memberikan sambutan dan membuka Seminar Literasi Digital dan Internet Sehat dengan tema "Bahaya Dampak Pornografi Terhadap Anak", yang digelar di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Kamis. (Foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Dr AS Tamrin mengatakan, setiap kemajuan teknologi akan menimbulkan dampak positif maupun negatif sehingga perlunya memiliki skil dan kecerdasan dalam penggunaannya. 

"Saat ini kita berada di era teknologi digital. Dampak positif dari kemajuan teknologi digital dan internet adalah kita dituntut memiliki skil dengan kecepatan kerja tinggi serta lebih profesional di bidang kerja kita," ujar AS Tamrin, dalam sambutannya pada Seminar literasi digital dan internet sehat dengan tema "Bahaya Dampak Pornografi Terhadap Anak", di Baubau, Kamis. 

Seminar tersebut, menurut dia, merupakan salah satu kegiatan dalam rangka membangun pemahaman pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, baik alat-alat komunikasinya ataupun jaringan untuk menemukan dan mengevalusi informasi, secara bijak, cerdas, sehat dan tidak melanggar hukum. 

"Pengembangan informasi teknologi ini telah memberikan aspek kemudaratan dan manfaatnya. Dalam penggunaannya itu kadang anak-anak sekarang ini lebih besar emosionalnya ketimbang rasionya," katanya. 

Namun demikian, kata dia, di sisi lain ada dampak negatif dari teknologi digital ini karena penggunaan yang tidak tepat guna atau penyalahgunaan fungsi dari teknologi digital dan internet itu sendiri yang kurang baik. 

Dikatakannya, maraknya konten negatif melalui seberan informasi media digital dan internet, membuat pemerintah dan para pihak prihatin baik konten negatif berupa berita bohong, maupun gambar-gambar yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. 

"Kita ketahui bahwa tidak semua pengguna internet cerdas dalam menggunakan media sosial, namun demikian ada yang pintar menggunakan sarana tapi tidak dengan kearifan memanfaatkan teknologi untuk hal produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. 

Kata dia, data asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia (APJII) 2018 terdapat lebih dari 143 juta pengguna internet Indonesia dan 66 persen diantaranya berusia di bawah 35 tahun. Maka itu semua harus berpikir bahwa ada usia sekolah pada semua jenjang, mulai tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. 

Baca juga: Sultra gelar pameran inovasi kebangkitan teknologi nasional 2019

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Baubau, Wa Ode Soraya mengatakan, tujuan seminar ini untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa, orang tua, guru dan kepala sekolah tentang literasi digital dan internet aman. 

"Kemudian, memberikan batasan jelas tentang literasi digital dan internet aman bagi siswa, orang tua dan guru sera kepala sekolah agar tidak melakukan tindakan atau hal-hal yang tidak diperbolehkan," ujarnya. 

Ia mengatakan, peserta seminar berjumah 250 orang yang terdiri dari siswa SMP dan SMA, anggota forum anak, orang tua, kepala sekolah, guru, komite sekolah, PKK kelurahan, karang taruna, kanit resrim polsek dan Bapas Baubau. 

Sedangkan narasumber, tambah dia, berasal dari Deputi perlindungan Perempuan dan anak, kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pusat, asisten deputi pemenuhan hak dan perlindungan anak, kementerian kordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK) Pusat, dan Kanit ciber cram polsek.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar