IAIN Kendari Tingkatkan Kualitas Penilaian Kinerja Dosen

id Iain kendari

IAIN Kendari Tingkatkan Kualitas Penilaian Kinerja Dosen

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan perekrutan asesor baru untuk memenuhi keseimbangan kuantitas dosen dan asesor internal, 15-17 November 2019. (Foto IAIN Kendari)

Kendari (ANTARA) - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan perekrutan asesor baru untuk memenuhi keseimbangan kuantitas dosen dan asesor internal.



Ketua LPM IAIN Kendari, Dr. Asliah Zainal, M.Ag, di Kendari, Sabtu, mengatakan jumlah assesor di lingkungan IAIN Kendari saat ini sebanyak 24 orang, sedangkan jumlah dosen PNS mencapai 134 orang ditambah 22 orang dosen Non PNS.



"Idealnya untuk satu orang asesor akan menilai kinerja lima orang dosen," katanya.



Ia mengatakan, perekrutan asesor baru diawali dengan penyelenggaran Pelatihan Asesor BKD yang berlangsung selama tiga hari, 15-17 November 2019 di salah satu hotel di Kendari.



“Pelatihan ini menghadirkan pemateri yang ditugaskan oleh Kemenristek yaitu Prof. Dr. Ivan Hanafi, M.Pd dari Universitas Negeri Jakarta. Target kita dengan pelatihan ini kita akan memiliki asesor yang profesional dan menjadi langkah awal untuk menjadi asesor BAN-PT," katanya.



Menurut dia, assesor memiliki tugas utama melakukan penilaian beban kerja dosen berdasarkan pelaksanaan tugas tri dharma perguruan tinggi, terpenuhinya beban kerja dosen tersebut menjadi acuan pembayaran tunjangan sertifikasi dosen.



Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Kendari, Dr Husain Insawan saat membuka kegiatan mengingatkan bahwa asesor memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kinerja dosen di lingkungan IAIN Kendari. Peran yang dimaksud cukup kompleks mulai dari peran sebagai Validator (validasi), mentor (pendampingan), pengontrol akses, dan eksekutor.



“Peran-peran itu perlu dijalankan dengan mengacu pada aturan yang ada, termasuk melihat kesesuaian antara rencana BKD dan laporan BKD, serta memastikan jumlah SKS setiap dosen telah memenuhi beban kerja minimal yaitu 12 SKS dengan dilengkapi dengan bukti fisik kinerjanya," katanya.



Ia juga menyarankan agar asesor menjaga obyektifitas penilaian dengan memaksimalkan pemanfaatan sistem data virtual atau online, dan melibatkan opini mahasiswa dalam proses validasi bukti fisik kinerja dosen.



Ketua panitia Pelatihan Asesor BKD, Isna Humaerah, M.Pd menyebutkan jumlah peserta kegiatan tersebut sebanyak 23 orang.



"Mereka telah memenuhi persyaratan untuk diangkat sebagai asesor antara lain berstatus dosen aktif, telah memiliki sertifikat pendidik, lulusan Magister bagi dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala, sedangkan untuk jabatan fungsional Lektor wajib bergelar Doktor dan yang bersangkutan telah mengikuti kegiatan pelatihan asesor BKD," pungkasnya.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar