95 kerajaan dipastikan hadir Festival Keraton ASEAN di Baubau

id Pariwisata: 95 kerajaan dipastikan hadir Festival Keraton ASEAN di Baubau

95 kerajaan dipastikan hadir Festival Keraton ASEAN di Baubau

Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham (foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Ali Arham menyebutkan sebanyak 95 kerajaan/kesultanan peserta festival dipastikan hadir mengikuti Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN ke-VI di daerah itu pada 18-21 November 2019. 

"Data dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Pusat selaku penanggung jawab umum kegiatan FKMA ini bahwa undangan yang masuk dan mereka terima dan menyatakan hadir di Baubau sudah 95 kerajaan," ujar Ali Arham, di Baubau, Kamis. 

Kata dia, saat ini sebanyak 95 peserta FKMA itu berasal dari luar dan dalam negeri. Peserta dari luar Nusantara, urai dia, terdiri dari  Korea sebanyak 50 orang, Philipina 12 orang, Malaysia 4 orang, Singapore 2 orang, Brunai, 6 orang, Rusia dan Swedia masing-masing 1 orang.

"Kerajaan-kerajaan ini datang berpartisipasi. Yang dari Rusia hadir untuk menari," ujar Ali, dengan menambahkan raja-raja itu hadir juga akan bermusyawarah di Baubau," katanya. 

Terkait kesiapan akomodasi penginapan para peserta, kata dia, pihaknya telah memesan sebanyak 120 hotel. "Hotel sudah siap. Kita sudah booking 120 hotel," jelasnya. 

Dalam menyemarakan dan memberikan kesan baik pada kegiatan bergengsi itu, kata dia, selain telah mengimbau masyarakat memasang umbul-umbul, baliho dan menjaga kebersihan diwilayah, juga diharapkan menunjukan budaya santun dan ramah. 

"Jadi itu sudah kita sampaikan juga. Kita harapkan kegiatan ini memberikan efek terhadap peningkatan pendapatan masyarakat," katanya. 

Dalam agenda FKMA terdiri dari  penjemputan tamu, gala dinner, musyawarah raja/sultan se-Nusantara, pembukaan FKMA, tarian kolosal, karnaval budaya, pagelaran seni dan budaya, napak tilas Nusantara Santiago, peka kande-kandea, city tour dan penutupan. 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar