Topan Bulbul di Bangladesh, tewaskan nelayan-pembuat rumah

id Topan Bulbul,Bangladesn,Nelayan tewas

Topan Bulbul di Bangladesh, tewaskan nelayan-pembuat rumah

Ombak menghantam warga yang duduk di pantai Teluk Bengal sebelum Siklon Mahasen mendekat di Chittagong, Bangladesh, Kamis (16/5). Mahasen mulai melintas pantai dataran rendah Bangladesh Kamis kemarin, bergerak cepat di pelabuhan Chittagong dan Cox's Bazar, sementara puluhan ribu orang berbondong-bondong memasuki tempat perlindungan untuk menyelamatkan diri dari badai yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa mengancam 4,1 juta orang itu. (REUTERS/Andrew Biraj)

Dhaka, Bangladesh (ANTARA) - Topan Bulbul melanda Bangladesh pada malam hari, menewaskan dua orang, melukai banyak lagi dan merusak rumah tapi pengungsian lebih dulu menyelamatkan banyak nyawa dan kondisi terburuk sudah lewat, kata beberapa pejabat.

Tak ada kerusakan besar yang dilaporkan pada Ahad di beberapa kamp di Bangladesh Tenggara, tempat ratusan ribu pengungsi dari negara tetangganya, Myanmar, tinggal.

Seorang nelayan yang berusia 60 tahun, yang pemerintah katakan telah menolak untuk menyelamatkan diri ke satu tempat penampungan, tewas pada Sabtu malam (9/11) di rumah jeraminya.



Seorang perempuan yang berusia 52 tahun yang telah bermalam di satu tempat penampungan kembali ke rumahnya pada Ahad tapi tewas ketika satu pohon menimpa rumahnya.

Sebanyak dua juta orang dari seluruh 13 kabupaten pantai Bangladesh berlindung di sebanyak 5.558 tempat penampungan pada Sabtu malam. Di luar, kecepatan angin meningkat jadi antara 100 dan 120 kilometer (62 sampai 75 mil) per jam dan sebagian daerah dataran rendah terendam banjir.

Kecepatan angin sekarang telah turun jadi antara 70 dan 80 kilometer (43 sampai 50 mil) per jam.

Sebanyak 1.200 wisatawan, kebanyakan, dari dalam negeri terjebak di Pulau Saint Martin di Kabupaten Cox's Bazar, kata Enamur Rahman, Menteri Muda Urusan Penanganan Bencana dan Bantuan, kepada Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad.



Dengan tanda turun jadi 4, mereka semua akan diselamatkan," katanya. Ia merujuk kepada sistem peringatan topan.

Musim topan di Teluk Benggala dapat berlangsung dari April sampai Desember. Pada 1999, satu topan super menerjang Pantai Negara Bagian Odisha di India selama 30 jam, dan menewaskan 10.000 orang.

Negara Bagian Benggala Barat dan Odisha di bagian timur India telah menerima curah hujan lebat sejak Sabtu dini hari dan ada laporan mengenai ratusan pohon yang tumbang.



Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar