BMKG Sultra mengimbau masyarakat waspada suhu cuaca ekstrem

id BMKG

BMKG Sultra mengimbau masyarakat waspada suhu cuaca ekstrem

Prakirawan BMKG Sultra, Faizal Habibie, saat diwawancara tentang suhu cuaca di wilayah Sultra, Kamis (24/10/19). ANTARA/Iin Andiyani

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sulawesi Tenggara mengimbau warga agar mewaspadai cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

"Kita mengimbau masyarakat untuk antisipasi kenaikan suhu yang terjadi dengan memperbanyak minum air putih, serta menyiapkan payung saat keluar rumah," kata Prakirawan BMKG Sultra, Faizal Habibie di Kendari, Kamis.

Faizal mengatakan, memasuki musim pancaroba, sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara mengalami cuaca ekstrem.

"Beberapa hari ini suhu cuaca di wilayah Sultra alami kenaikan hingga diatas rata-rata," kata Faizal.

Ia menjelaskan, beberapa wilayah di Sultra yang mengalami kenaikan suhu di atas rata-rata, yakni Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka yang naik hingga 38 derajat celcius, Kota Baubau 34 derajat celcius dan Kota Kendari 35 derajat celcius.

"Suhu di Pomalaa masuk kategori  ekstrem, musim kemarau panjang yang melanda Provinsi Sulawesi Tenggara menyebabkan suhu di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka memasuki kategori ekstrem hingga mencapai 38 derajat celcius," jelasnya.

Suhu dapat dikategorikan ekstrem, lanjutnya, jika naik 15 persen dan suhu normal atau naik 4 derajat dan jika sudah mencapai 37 derajat, maka sudah termasuk dalam kategori dengan cuaca yang seperti ini masyarakat harus waspada terutama untuk wilayah Pomalaa karena kelembapan udara menurun hingga 30 persen atau sangat kering.

"Ketika sedang terjadi musim kemarau seperti ini dengan suhu maksimumnya tinggi, kelembapannya rendah dan bukan hanya potensi dehidrasi tapi juga dapat berpotensi kebakaran hutan, dan itu perlu kita jaga sehigga tidak terjadi kebakaran hutan," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar