HPS di Sultra dorong produktivitas kakao-sagu

id HPS

HPS di Sultra dorong produktivitas kakao-sagu

Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia Prihasto Setyanto. (ANTARA/Harianto)

Konawe Selatan (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan target utama perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Sultra untuk mendorong produktivitas kakao dan sagu.

"Kehadiran Presiden Indonesia, Joko Widodo di perayaan HPS adalah untuk mendorong kembali masyarakat khususnya para petani kakao dan sagu untuk meningkatkan produktivitasnya," kata Prihasto, di Konawe Selatan, Minggu.

Selain itu, lanjutnya, target utama perayaan HPS adalah menumbuhkan kembali gagasan pembudidayaan kakao dan sagu sebagai komoditas andalan Sultra.

"Untuk sekarang produksi kakao kita nomor 3 dunia namun saya yakin tiga sampai empat tahun ke depan kita akan membuat kakao Indonesia berada di urutan pertama dunia" katanya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia Prihasto Setyanto. (ANTARA/Harianto)

Prihasto menjelaskan, nantinya masyarakat setempat akan mendapat bantuan berupa bibit dari dinas pertanian dan hortikultura, dan mesin pertanian.

Selain itu, dia mengakui sagu sebagai salah satu komoditas utama di Sultra Karena sagu merupakan kekayaan alam yang bisa menjadi salah satu alternatif pangan dalam menghadapi perubahan iklim, sehingga sagu ini perlu didorong lagi tingkat produktivitasnya.

Selanjutnya, ia menyatakan dalam perayaan HPS Badan Litbang Pertanian akan menampilkan berbagai bentuk olahan sagu, teknologi yang berkembang mengenai sagu juga akan di pamerkan.

Lokasi perayaan HPS di Sulawesi Tenggara akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan dan di pusat Kota Kendari, yakni di kawasan MTQ Kendari.

"Di Angata untuk areal kunjungan lapangan Presiden termasuk gelar teknologi untuk panen kakao itu disini tapi untuk pameran kita fokuskan di Kota Kendari, sementara untuk di Kabupaten Konawe Utara hanya sebagai untuk kunjungan diplomatik tour pengolahan sagu," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar