Tim BKKBN Tinjau Kampung KB di Wakatobi

id Kampung kb

Tim BKKBN Tinjau Kampung KB di Wakatobi

Tim BKKBN tersebut dipimpin oleh Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat, Wahidin, didampingi Plt Kepala BKKBN Sultra, Jamaludin, Kepala Dinas Dalduk dan KB Kabupaten Wakatobi, La Ode Safiuddin, meninjau kampung KB di Wakatobi, Rabu. (Foto ANTARA/Suparman)

Wangiwangi (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meninjau keberadaan kampung keluarga berencana (KB) di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka mengembangkan wilayah percontohan program Keluarga Berencana di tiap kabupaten/kota, Rabu.



Tim BKKBN tersebut dipimpin oleh Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat, Wahidin, didampingi Plt Kepala BKKBN Sultra, Jamaludin, Kepala Dinas Dalduk dan KB Kabupaten Wakatobi, La Ode Safiuddin.



Ada tiga kampung KB dari 14 kampung KB di Kabupaten Wakatobi, yakni dimulai dati Kampung KB Desa Pongo, Kampung KB Desa Tindoi dan Kampung KB Liya Togo.



"Kunjungan kami hari ini bertujuan agar Kampung KB yang dibentuk di tiap desa dapat mengetahui manajemen Kampung KB yang baik, dan ingin mengetahui sejauh mana keterlibatan sektor terkait dalam mendorong kesejahteraan di kampung KB," kata Wahidin.



Ia mengaku, secara fisik wajah tiga kampung KB tersebut mengalami peningkatan dan kemajuan bila dibandingkan sebelum ditetapkan menjadi kampung KB.



"Kami melihat keterlibatan sektor terkait dalam mendorong pengembangan kampung KB sudah ada, termasuk dukungan dan intervensi pemerintah setempat," katanya.



Meskipun demikian kata Wahidin, masih perlu terus didorong pengembangan kampung KB sehingga menjadi percontohan bagi kampung  KB lainnya do Wakatobi yang tentunya sesuai dengan standar BKKBN pusat.



Dijelaskan, keberhasilan Kampung KB sangat dipengaruhi oleh lima faktor utama yaitu komitmen yang kuat dari para pemangku kebijakan di semua tingkatan yaitu Kabupaten, Kecamatan, desa dan kelurahan.



Kemudian, intensitas opini publik tentang program KKBPK beserta integrasi nya dengan lintas sektor, optimalisasi fasilitasi dan dukungan mitra kerja, semangat dan dedikasi para pengelola program di seluruh tingkatan wilayah serta para petugas Lini lapangan KB dan partisipasi aktif masyarakat.



Plt Kepala BKKBN Sultra, Jamaludin, mengatakan Salah satu tujuan dibentuknya Kampung KB adalah untuk menghidupkan kembali Keluarga Berencana.



"Kampung KB adalah salah satu upaya penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari oleh dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada anggota masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas," katanya.



Kampung KB kata Jamaludin, menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program KKBPK secara utuh di Lini lapangan.



Kepala Dinas Dalduk dan KB Wakatobi, La Ode Safiuddin, mengatakan di kabupaten Wakatobi saat ini sudah terbentuk 14 Kampung KB yang tersebar di 8 kecamatan yang ada di kabupaten Wakatobi.



"Di mana Kampung KB pertama yang terbentuk berada di wilayah Desa Liya Togo Kecamatan wangi-wangi selatan pada tahun 2016," katanya.



Dalam kunjungan pada tiga kampung KB tersebut dilakukan dialog langsung dengan para petugas lapangan KB, kemudian melihat kondisi rumah data yang ada di kampung KB tersebut.

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar