Bantuan nelayan dikelola DKP Kota Kendari belum terealisasi 100 persen

id Dkp

Bantuan nelayan dikelola DKP Kota Kendari belum terealisasi 100 persen

Kepala Seksi Pengelolaan unit Pembenihan DKP Kendari, Fitri. (Foto/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di bidang usaha budidaya dan pembenihan telah menyalurkan bantuan nelayan tahun 2019 meskipun belum 100 persen terealisasi.

Bantuan itu berupa keramba, baik pembuatan baru maupun perbaikan dan bantuan pembuatan kolam di pekarangan rumah.

Seksi Pengelolaan Unit Perbenihan, Fitri mengatakan bahwa program bantuan nelayan 2019 bidang budidaya telah terealisasi di beberapa wilayah.

"Kami menyalurkan bantuan berupa Keramba sebanyak tiga unit terbagi atas dua unit di wilayah Kelurahan Sampuli dan Kelurahan Purirano  yang diperuntukan bagi pembudidaya laut yang kerambanya telah rusak. Satu unit lagi berupa pembangunan baru di Kelurahan Bungkutoko kemudian budidaya kolam pekarangan ikan air tawar sebanyak 15 unit" kata Fitri di kendari, Rabu.

Ia mengatakan untuk budidaya kolam pekarangan air tawar ada tiga lokasi yang mendapatkan bantuan tahun ini yakni Kelurahan Anawai, Kelurahan Mataiwoi dan Keluraha Wundudopi dan tiap Kelurahan mendapatkan lima unit.

Untuk rehab keramba kelurahan Purirano anggaran dana di DPA targetkan Rp60 juta, di Kelurahan Tangguli ada 4 unit dalam 1 kelompok dengan anggran sebesar Rp100 juta dan untuk pembangunan keramba di Kelurahan Bungkutoko sebesar Rp50 juta. 

Sedangkan kolam pekarangan sebesar Rp75 juta, untuk saat ini baru pembuatan keramba di bungku toko yang anggarannya 100 persen terealisasi dan yang lainnya masih mengangsur.

Dalam program ini DKP, selain memberi bantuan tapi juga mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terkelola namun rata-rata mereka yang mendapatkan bantuan sudah memiliki keahlian untuk budidaya ikan di pekarangan.

Untuk perencanaan bantuan budidaya di 2020 ada pertambahan bantuan yaitu perehaban Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Rahandouna dan dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK), kemudian pemerintah juga akan merelokasi kawasan keramba di petoaha ke tempat lain jika dana mendukung. pemindahan ini dilakukan karna kawasan keramba perairannya sudah tidak bagus dan kumuh.

Sedangkan syarat bagi penerima bantuan dibidang usaha budidaya dan pembenihan nelayan harus terdaftar di bidaan dinas dan memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Pserikanan (KUSUKA).
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar