Agustus, nilai ekspor Sultra 111,99 juta dolar AS

id ekspor,BPS Sultra

Agustus, nilai ekspor Sultra 111,99 juta dolar AS

Kepala BPS Sultra, Muhammad Edy Mahmud (kiri) mengungkapkan terkait volume ekspor Agustus 2019 tercatat 1.106,25 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 90,74 persen dibanding ekspor Juli 2019 yang tercatat 579,99 ribu ton. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara menyebutkan nilai ekspor Sultra pada Agustus 2019 tercatat 111,99 juta dolar Amerika Serikat atau turun 25,40 persen dibandingr Juli 2019 yang mencapai 150,11 juta dolar AS.

Sementara volume ekspor Agustus 2019, menurut Kepala BPS Sultra, Muhammad Edy Mahmud di Kendari, Selasa, tercatat 1,106 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 90,74 persen dibanding ekspor Juli 2019 yang tercatat 579,99 ribu ton.

"Meskipun dari segi nilai ekspornya ada sedikit penurunan, namun dari sisi volumennya justru naik. Ini hal biasa terjadi dalam perdagangan ekspor maupun impor," ujarnya.

Ia mengatakan, total ekspor Sulawesi Tenggara selama Januari-Agustus 2019 mencapai 7,033 juta ton atau senilai 1,034 miliar dolar AS.

Sementara nilai impor Sulawesi Tenggara pada Agustus 2019 tercatat 180,58 juta dolar atau mengalami kenaikan sebesar 125,64 persen dibanding impor Juli 2019 yang tercatat 80,03 juta dolar.
 
BPS Sultra saat memperlihatkan tren perkembangan nilai ekspor Sultra hingga Agustus 2019. (foto Antara/Azis Senong)

Sedangkan volume impor Agustus 2019 tercatat 209,18 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 204,88 persen dibanding impor Juli 2019 yang tercatat 68,61 ribu ton. Dengan demikian, total impor Sulawesi Tenggara Januari-Agustus 2019 mencapai 1 juta ton atau senilai 557,83 juta dolar AS.

Edy Mahmud menambahkan, ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Jika dicermati perkembangannya nilai ekspor langsung Sultra pada Agustus 2019 turun 25,25 persen dibanding Juli 2019 yaitu 119,59 juta dolar AS menjadi 89,40 juta dolar. sedangkan volumenya naik 93,35 persen dari 567,93 ribu ton menjadi 1,098 juta ton.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar