Bertahun-tahun hilang kontak di Suriah, akhirnya WNI kembali ke Tanah Air

id perlindungan WNI,pekerja migran Indonesia,Suriah,WNI di Suriah

Bertahun-tahun hilang kontak di Suriah, akhirnya WNI kembali ke Tanah Air

Pekerja migran Indonesia yang sempat hilang kontak di Suriah, Maharani binti Marzuki bertemu kembali dengan kakak kandungnya di Lombok, NTB. ANTARA/HO/Kemlu RI

Jakarta (ANTARA) -

Dua pekerja migran Indonesia, Dewi Puspita asal Sukabumi, Jawa Barat, dan Maharani binti Marzuki asal Mataram, NTB, yang sempat hilang kontak selama bertahun-tahun di Suriah, telah kembali ke Tanah Air.

Dewi dan Maharani pulang ke Indonesia pada Minggu (22/9), setelah dilaporkan hilang kontak masing-masing selama 9 tahun dan 11 tahun di Suriah, demikian keterangan tertulis Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Selasa.

Sebelumnya, Kemlu dan KBRI Damaskus telah menerima pengaduan mengenai hilang kontaknya kedua pekerja migran tersebut.



Tim Perlindungan WNI KBRI Damaskus segera bertindak cepat merespon pengaduan tersebut serta berkoordinasi dengan otoritas terkait di Damaskus.

Dalam waktu yang relatif cepat, KBRI Damaskus dapat menghubungi kedua WNI tersebut dan membawa mereka ke penampungan sementara di KBRI Damaskus sambil menunggu penyelesaian hak-hak sekaligus proses administrasi pemulangan keduanya ke Tanah Air.

Dewi dan Maharani dipulangkan pada Sabtu (21/9) bersama 25 pekerja migran Indonesia lain yang mengalami masalah di Suriah.



"Rasanya tidak percaya saya dapat berkumpul kembali bersama suami dan keluarga tercinta di Sukabumi setelah 9 tahun berpisah,” ujar Dewi.

Keharuan yang sama dirasakan Maharani saat bertemu dengan kakak kandungnya di Lombok setelah berpisah selama 11 tahun.

Suriah saat ini merupakan daerah konflik dan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 260 Tahun 2015 merupakan salah satu negara yang tertutup untuk penempatan pekerja migran Indonesia pada pengguna perseorangan.

Karena itu, langkah pencegahan dan sosialisasi mengenai migrasi aman, reguler dan teratur perlu terus diintensifkan untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang.



 

 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar