Cegah ISPA, Dinkes Kendari mengimbau masyarakat gunakan masker

id ISPA

Cegah ISPA, Dinkes Kendari mengimbau masyarakat gunakan masker

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas guna meminimalisir kontak langsung dengan debu dampak musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum saat dihubungi, Minggu di Kendari mengatakan, penggunaan masker pada musim kemarau dapat menghindari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah cuaca yang terik dan berdebu.

"Dengan menggunakan masker maka dapat menghindari debu yang akan masuk ke dalam pernapasan," katanya.

Selain menggunakan masker, untuk menghindari penyakit ISPA dan gangguan kesehatan lainnya akibat udara tercemar warga diimbau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Prinsipnya itu selalu menerapkan perilaku hidup sehat, itu kuncinya. Jadi kalau mau makan cuci tangan. Apalagi ini musim kemarau walaupun tidak ada kebakaran hutan paling tidak kita kemana-kemana menggunakan masker," ujarnya.

Meskipun ISPA jauh dari risiko kematian, Rahminingrum menerangkan, penyakit ini dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan lebih khusus mengganggu saluran pernapasan yang mengakibatkan batuk, influenza dan pilek.

"Sebagai upaya mencegah resiko ISPA terjadi saat musim kemarau, sebaiknya selalu memperbanyak mengkonsumsi air putih, makan makanan yang bergizi dan berimbang, menjaga kebersihan lingkungan maupun diri," pungkasnya.

Diketahui debu saat musim kemarau mengalami peningkatan akibat terbawa angin ditambah banyaknya kendaraan yang lalu lalang, sehingga perlu diantisipasi dengan menggunakan masker agar tidak menimbulkan masalah gangguan kesehatan.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, kasus yang telah terjadi pada warga RT 23 Kelurahan Punggulaka, Kecamatan Puuwatu, sekitar 300 warga menjadi salah satu yang terdampak debu akibat jalan tak beraspal dan banyaknya kendaraan dum truck pengangkut galian yang lalu lalang.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar