Mahasiswa UHO gelar workshop perangi berita hoaks

id Mahasiswa UHO

Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP UHO, Dr. Muhammad Zein Abdullah, S.IP., M.Si saat membuka kegiatan workshop perangi berita "hoax" oleh Jurusan Jurnalistik FISIP UHO Kendari, Senin (9/9/19). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Mahasiwa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, melakukan kerjasama dengan pihak Google menggelar workshop dalam rangka mencegah dan memerangi beredarnya berita hoaks yang tersebar di internet maupun di media sosial.

Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP UHO, Dr. Muhammad Zein Abdullah, S.IP., M.Si di Kendari, Senin mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Jurusan Jurnalistik FISIP UHO dan pihak Google dimana Google menunjuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari untuk memberikan pengetahuan tentang cara mengetahui dan mencegah peredaran berita hoaks.

"Kegiatan ini sangat positif karena ini terkait masalah fenomena masalah hoaks yang berkembang akhir-akhir ini menjadi momok di masyarakat kita. Dan saya katakan tadi bahwa Indonesia adalah negara kelima pengguna internet terbesar di dunia, sehingga asumsi saya bahwa hoaks ini mudah dan bisa saja terjadi kepada siapa saja," kata Dr. Muhammad Zein Abdullah, di Kendari, Senin.
Mahasiswa UHO gelar workshop guna perangi berita hoaks. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antarJurusan Jurnalistik FISIP UHO dan google. (ANTARA/Harianto)


Selain itu, Dr. Muhammad Zein sangat prihatin dengan kondisi saat ini, karena begitu lemahnya budaya literasi baik yang dilakukan oleh media, maupun lembaga-lembaga yang berkaitan dengan hal tersebut.

"Memang kita sekarang lemah budaya literasi baik yang dilakukan oleh media dan lembaga-lembaga yang berkompoten untuk itu, maka tentunya pemberian pengetahuan tentang cara mengetahui berita hoaks itu seperti apa, tentunya itu sangat penting," jelasnya.

Menurutnya jika semua media dan aparat, terutama perguruan tinggi, sering memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang berita hoaks, maka hal itu bisa mengurangi peredaran berita hoaks tersebut.

"Saya kira tentang hoaks ini itu kalau mau dihilangkan mungkin butuh waktu yang panjang, tapi setidaknya mengurangi informasi-informasi yang tidak benar itu bisa mulai dari diri sendiri, dengan cara lebih beretika dalam menggunakan media informasi, menanamkan nilai-nilai kejujuran, serta utamakan membaca dan memverifikasi berita yang dibaca itu," katanya.

Selain itu, Ketua Jurusan Jurnaliatik, Marsia Sumule G Sos., M.I.Kom mengatakan kegiatan itu adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban dari "Google" terhadap pengguna akses media yang disebarkan.

"Pelatihan ini merupakan bentuk pemberian pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa Jurnalistik untuk mengetahui jenis-jenis berita hoaks yang tersebar di media-media sosial ataupun di internet, dan selanjutnya mereka akan mengedukasi masyarakat disekitarnya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar