Stok obat di RSUD Baubau aman

id Obat,rsud baubau

Stok obat di RSUD Baubau  aman

Dirut BLUD RSUD Baubau, dr Nuraeni Djawa (Foto/Azis Senong)

Baubau (ANTARA) - Stok obat-obatan di Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, hingga kini masih dalam kondisi aman.

"Alhamdullilah masih aman. Walaupun memang ada satu atau dua yang kurang karena pemakainya kadang sesuai dan kadang melebihi, tapi yang jelas untuk saat ini bagian farmasi belum ada keluhan," ujar Direktur Utama BLUD RSUD Baubau, dr Nuraeni Djawa, di Baubau, Jumat.

Ia mengatakan, persediaan obat-obatan ada karena perencanaan di bagian farmasi sudah mengantisipasi sebelum stok mengalami kekosongan pemesanan sudah dilakukan.

"Kita di sini menangani keuangan sendiri, sehingga kalau dilihat satu bulan stok sisa sekian maka dipesan lagi. Jadi memang bagian obat kami sudah menghitung-hitung," katanya.

Stok penyembuh sakit itu menjadi perhatian serius, kata dia, karena obat dapat dikatakan adalah nyawanya rumah sakit, sehingga walaupun sebenarnya kondisi keuangan sangat minim tetap menjadi perhatian penting.

Baca juga: Malas minum obat bisa sebabkan penyandang diabetes kena komplikasi

"Kan kita tergantung dari BPJS. Pendapatan rumah sakit kebanyakan dari BPJS, klaim BPJS. Kita tau sendiri secara nasional kondisi BPJS sekarang bagaimana. Jadi kita mengatur sedemikian rupa keuangan supaya tidak ada terjadi pemblokiran. Karena misalnya kalau kita tidak eksekusi obat pasti blokir," katanya.

Nuraeni juga mengaku tidak mengetahui secara persis jenis obat-obat apa saja yang tersedia saat ini di RSUD itu.
 
"Saya belum rinci betul obat mana yang paling banyak. Kita ini ada berapa (dokter) spesialis. Tapi alhamdullilah masih aman, juga oksigen," ujarnya.

Adapun pasien yang masuk berobat di rumah sakit tersebut, kata dia, kebanyakan pasien penyakit dalam.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Indonesia temukan obat alternatif kanker serviks
Baca juga: Obat tekanan darah tinggi ini ditarik karena ada zat pemicu kanker
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar