Dandim Kolaka Ajak tokoh masyarakat tangkal paham radikalisme

id dandim-kolaka

Dandim Kolaka Ajak tokoh masyarakat tangkal paham radikalisme

Dandim Kolaka Letkol KAV Amran Wahid saat memberikan pemahaman mengenai radikalisme kepada para tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama serta tokoh perempuan di aula Makodim 1412 Haluoleo, Jumat. (foto Antara/Darwis Sarkani)

Kolaka (ANTARA) - Dandim 1412 Kabupaten Kolaka,Sultra, Letkol KAV Amran Wahid mengajak semua komponen masyarakat untuk menangkal paham radikalisme yang saat ini lagi marak di tengah masyarakat.

Dandim Kolaka,Letkol KAV Amran Wahid saat melakukan pertemuan dengan semua tokoh masyarakat di aula Makodim 1412 Haluoleo, Jumat, mengatakan  selaku penanggung jawab wilayah di Kabuoaten Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bekerja sama dan  bersinergi melakukan pencegahan dari segala aspek ancaman dan gangguan sistem pertahanan negara dari pengaruh faham Radikal demi mewujudkan ketahanan wilayah.

Menurutnya keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 salah satu cara adalah menangkal paham radikalisme dapat dilakukan dengan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta penguatan ilmu agama.

" Pancasila mampu menangkal paham radikalisme, karena Pancasila adalah benteng utama dalam menjaga persatuan," katanya.

Apabila memahami kandungan makna dalam Pancasila, kata Amran, masyarakat pasti akan mengutamakan kerukunan dan persaudaraan sebagai sesama warga negara Indonesia,karena Pancasila adalah landasan utama rakyat Indonesia yang memiliki berbagai macam identitas.

Dandim mengajak seluruh perwakilan tokoh-tokoh untuk menyatukan visi misi dan persepsi dalam menangkal penyebaran faham Radikalisme atau Separatisme dengan memberikan pemahaman nilai-nilai Pancasila, serta menanamkan nilai - nilai ke–Indonesiaan serta nilai-nilai kebangsaan dalam mempertebal jiwa nasionalisme dil ingkungan masyarakat.

" Hal tersebut dapat juga di lakukan melalui  pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal," Jelas Amran Wahid.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar