Perang dagang memanas, Rupiah diprediksi menguat

id rupiah,dolar,kurs,mata uang

Perang dagang memanas, Rupiah diprediksi menguat

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/am. (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta Rabu diprediksi menguat di tengah kembali memanasnya perang dagang Amerika Serikat dan China.

Pada pukul 9.55 WIB, rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.208 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.228 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu mengatakan rupiah akan positif di tengah indeks dolar yang diperkirakan melemah terhadap mata uang kuat lainnya disebabkan perang dagang.

Baca juga: Di Asia harga minyak turun 0,6 persen, berikut penyebabnya

"Rupiah kemungkinan menguat akibat pelemahan "dollar index" tersebut," ujar Ahmad.

Pelemahan dolar didorong oleh kekhawatiran investor akan pertumbuhan ekonomi AS di triwulan ketiga setelah data ISM manufacturing AS bulan Agustus menunjukkan kontraksi menjadi 49,1 dari sebelumnya 51,2.

"Perang dagang yang semakin memanas antara AS-China dikhawatirkan pelaku pasar akan semakin menekan ekonomi AS," kata Ahmad.

Ahmad memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp14.180 per dolar AS hingga Rp14.190 per dolar AS.

Baca juga: China ajukan kasus tarif di WTO terhadap Amerika Serikat
Baca juga: China: Kami ingin cara 'Damai' selesaikan sengketa dagang AS


 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar