Klinik pecandu narkoba di Baubau difungsikan

id klinik bnn,rs narkoba

Klinik pecandu narkoba  di Baubau difungsikan

Wali Kota Baubau A.S. Tamrin melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian klinik pratama BNN di Baubau. ANTARA/Azis Senong

Baubau (ANTARA) - Wali Kota Baubau A.S. Tamrin menyambut baik pengoperasian klinik Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah itu sebagai sarana dalam memberikan pengobatan atau rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

"Tentunya saya mengapresiasi karena dalam rangka memberantas dan mengantisipasi pecandu-pecandu yang masih bisa direhabilitasi," ujar A.S. Tamrin usai meresmikan klinik pratama recovery addiction milik BNN Baubau di Baubau, Sulawesi Tenggara.

Dengan adanya klinik tersebut, menurut wali kota dua periode ini, juga sekaligus sebagai pencerahan kepada masyarakat agar tidak menggunakan barang berbahaya itu.

"Kadang masyarakat tidak tahu karena narkoba ini kadang sudah dalam bentuk seperti 'gula-gula'. Makanya, saya minta untuk berhati-hati. Pencegahan ini dapat kita mulai dari keluarga kita," katanya.

Dalam upaya mendukung pemberantasan barang haram di setiap wilayah, pihaknya bersama BNN telah membentuk dan menetapkan kelurahan bersinar atau bersih dari narkoba.

Tidak hanya itu, sebagai komitmen pihaknya mendukung pemberantasan narkoba oleh BNN, pemerintah daerah telah menghibahkan tanah untuk sarana pembangunan kantor institusi tersebut dengan sesuai dengan kemampuan daerah.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sultra Brigjen Pol. Imron Korry menegaskan bahwa klinik itu sebagai tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

"Jadi, nanti pecandu-pecandu kita mengharapkan untuk melaporkan diri dan bisa langsung direhabilitasi dengan klinik ini," ujarnya.

Klinik rehabilitasi pecandu seperti itu, kata dia, tidak hanya ada di BNN Baubau, tetapi kantor-kantor BNN yang ada di Sultra sudah tersedia. Bahkan, dengan adanya klinik tersebut, pecandu yang merehabilitasi dirinya sudah lumayan banyak.

"Kalau pengedar atau pengguna wajib direhabilitasi. Makanya, saya imbau terus juga dengan mengharapkan insan pers untuk membantu," katanya.

Ia menyebutkan jumlah pecandu di Sultra kurang lebih 28.000 orang dengan mayoritas usia produktif antara 18 dan 30 tahun.
 
Kepala RSUD Baubau dr. Nuraeni Djawa dan Kepala BNN Baubau Alamsyah Djufri (kanan) melakukan penandatangan kerja sama pada peresmian klinik BNN Baubau. ANTARA/Azis Senong

Dengan kondisi klinik yang sederhana itu, pihaknya berharap agar pemerintah daerah lebih memperhatikan.

"Kalau tidak buka (resmikan), kapan mau dimulai," katanya.

Pada peresmian klinik yang ditandai pengguntingan pita dan penandatangan kerja sama antara BNN dan RSUD Baubau itu dihadiri Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Ketua DPRD Kota Baubau, Kamil Adi Karim, unsur Forkopimda Baubau, Kepala Lapas Baubau Wahyu Prasetyo, Kepala Bapas, Sri Maryani, dan sejumlah kepala OPD setempat.
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar