Pelindo IV Kendari bongkar muat 9000 kontainer per bulan

id Pelindo

Pelindo IV Kendari bongkar muat 9000 kontainer per bulan

General Manager PT Pelindo IV (Persero) cabang Kendari, Debby Duakaju, saat memantau proses aktivitas di dermaga PT Pelindo IV. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - General Manager PT Pelindo IV (Persero) cabang Kendari, Debby Duakaju mengatakan PT Pelindo IV dalam melakukan operasi bongkar muat kontainer dalam sebulan mencapai 8000 hingga 9000 blok kontainer.

"Kalau per bulan untuk domestik itu sekitar 8000 sampai 9000 dari 6 pelayaran yaitu PT Meratus, PT Tanto, PT Sril, PT Samas,  PT Mentari, sama PT Spil," kata Debby Duakaju, di Kendari, Sabtu.

Debby juga mengatakan dari ke enam kapal pelayaran yang masuk ke dermaga yang melakukan bongkar muat kontainer di dermaga PT Pelindo, muatan yang terbanyak yaitu kapal PT Meratus.

"Biasanya yang paling banyak bongkar muatnya adalah kapal Meratus dengan rata-rata bongkar muat itu 600 sampai 800 kontainer per call/unit kapal," katanya.

"Bahkan itu sudah jarang 600 kontainer, sekarang kapal Meratus itu kalau sekali bongkar 700-800 kontainer," tambahnya.
Kontainer yang ada di pelabuhan PT Pelindo IV (Persero) cabang Kendari. (ANTARA/Harianto)

Sementara, lanjut Debby, yang terendah muatannya yaitu PT Sril dan PT Mentari, dimana rata-rata muatannya yakni 150 sampai 200 kontainer.

"Jumlah kontainer yang turun itu akan diisi kembali jadi dia itu harus seimbang antara bongkar sama muat, jadi biasanya kalau dari Surabaya dibongkar 400, maka dimuat lagi 400 tapi yang dimuat itu rata-rata kontainer empety untuk di kembalikan di Surabaya," jelas Debby.

Debby mengungkapkan, semua kontainer yang masuk di dermaga PT Pelindo IV, rata-rata berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Semua kobtainer disini itu rata-rata dari Surabaya, dan isi dalam kontainer rata-rata bahan sembako, tapi ada juga bahan bangunan seperti semen, besi serta bahan-bahan rumah tangga, AC, TV dan perabot lainnya," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar