Bupati Aceh Tengah: usaha kopi mobil semua izin dan pajak kami gratiskan

id kopi mobil,mobile coffee,izin usaha gerai kopi

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar (berpeci) ketika membuka festival mobile coffee di Arena Haji Muhammad Hasan Gayo, Takengon, Senin (26/8). Antara Aceh/ Said

kita gratiskan izin dan pajaknya
Takengon (ANTARA) - Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar berjanji akan mengratiskan bagi pedagang yang ingin mengurus perizinan, dan tidak memungut pajak sebagai bentuk dukungan terhadap dunia usaha mobile coffee atau kopi mobil di wilayah itu.

"Untuk Aceh Tengah, kita gratiskan izin dan pajaknya. Silahkan jalan, tanpa perlu izin buka usaha kopi mobil," tegas Shabela di Takengon, Kamis.

Ia menyarankan, bagi pengusaha kopi mobil setempat baik calon atau yang telah menjalankan usahanya supaya melakukan pengujian sanitasi agar konsumen terhindar dari bahaya penyakit yang bisa ditimbulkan.

Menurutnya, kopi mobil sebagai industri mikro dan kecil di kabupaten ini telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya jenis Arabika akibat dataran tinggi Gayo memiliki perkebunan kopi milik rakyat seluas 70 ribu hektare.

Baca juga: Penikmat kopi, pahami kesalahan saat menyeduh kopi instan

Data Dinas Pertanian Aceh Tengah tahun 2017 menyebut, luas areal tanaman dan perkebunan kopi jenis Arabika seluas 49.251 hektare dengan produksi 31.358 ton, dan Robusta seluas 1.022 hektare memproduksi 433 ton.

"Tak usah pakai izin dulu, kecuali kalau sudah besar usahanya nanti. Sedikit saja kita ambil pajaknya untuk Aceh Tengah nanti, tapi cuma sedikit," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten setempat terus mendorong peluang bisnis diberbagai sektor karena membantu perekonomian masyarakat, dan terpenting membuat pengunjung semakin nyaman ke daerah berhawa sejuk tersebut.

Baca juga: Tips membuat kopi tubruk ala kafe

"Saya minta, seperti festival coffee mobile ini diadakan setiap tahun. Dan tahun ini digelar bersamaan dengan pacuan kuda tradisional Gayo," terang Bupati Shabela.

Ketua Mobile Coffee Takengon dan Bener Meriah, Riswandi mengaku turut bahagia dengan kebijakan atas binis kopi kaki lima yang ditekuninya dalam lima tahun terakhir.

"Usaha kita ini, juga menciptakan lapangan kerja khusus di Takengon dan Bener Meriah. Lebih nyata, dan bisa dirasakan harga kaki lima untuk kopi Arabika yang kita pasarkan," terangnya.

Baca juga: Benarkah kopi dapat mengurangi risiko penyakit otak?
Baca juga: Produk Kopi Robusta Kendari Cukup Diminati Pasar
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar