BKKBN gelar orientasi Pencatatan-Pelaporan KKBPK di Buton Tengah

id BKKBN Buteng

BKKBN gelar orientasi Pencatatan-Pelaporan KKBPK di Buton Tengah

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan Orientasi Pencatatan dan Pelaporan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pendidikan (KKBPK) tahun 2019 di Kabupaten Buton Tengah, Rabu (21/8). (Foto Humas BKKBN)

Labungkari (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan Orientasi Pencatatan dan Pelaporan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pendidikan (KKBPK) tahun 2019 di Kabupaten Buton Tengah.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Adpin BKKBN Sultra, Agus Salim, dihadiri seluruh petugas atau penyuluh KB di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Buton Tengah, di Labungkari, Buton Tengah, Rabu.

Agus Salim mengatakan pemutakhiran basis data keluarga Indonesia dilakukan di semua wilayah Kampung KB dan menggunakan formulir F/I/PK/15 dan diinput menggunakan aplikasi pendataan keluarga online atau offline pada tahun 2019.

"Penginputan berbasis data keluarga Indonesia PBDKI dilakukan di Kecamatan atau kabupaten dengan memanfaatkan operator dan petugas lapangan yang telah dilatih. Data target Pro-PN untuk dapat diprioritaskan pengisian dan penginputanaya seperti data BKR dan PIK-RM baik K/O maupun R/I yang terdaftar dalam target Pro-PN yang diberikan oleh kedeputian KSPK," katanya.

Menurut dia, data keluarga Indonesia harus terus diupdate sehingga dapat diperoleh data terkini yang lengkap, akurat dan akuntable, upaya ini terus dipermudah dengan menggunakan aplikasi online.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Buton Tengah, LM Mursal Zubair, salam kesempatan itu mengaku bahwa capaian program KKBPK di daerahnya masih rendah.

"Dari target peserta KB baru tahun 2019 sebanyak 4.881 akseptor, namun yang terealisasi hingga Juli 2019 baru mencapai 1.285 akseptor atau baru mencapai 26,33 persen," katanya.

Ia juga menekankan akan memaksimalkan seluruh petugas dalam melakukan pendataan keluarga, yang akan menjadi sumber data dan informasi yang berkualitas, akurat, tepat waktu dan dapat dipercaya serta memberikan gambaran yang tepat dan menyeluruh tentang keadaan di lapangan.



 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar