Aman, persediaan minyak goreng dan gula pasir di Baubau

id sembako

Salah satu kebutuhan pokok khususnya beras di salah satu pasar di Kota Kendari, menjelang idul Adha 2019 tersedia cukup aman. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Baubau (ANTARA) - Stok minyak goreng dan gula pasir di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, hingga H-2 Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah masih aman dan terkendali.

Kepala Sub Divre Bulog Baubau, Ardiansyah, di Baubau, Jumat, mengatakan, saat ini persediaan minyak goreng masih ada sebanyak 4.000 liter dan gula pasir sebanyak 2 ton.

"Jadi minyak goreng masih mencukupi. Kalau gula pasir kan tinggal 2 ton, tapi untuk saat ini kan kita priorotaskan untuk konsumen-konsumen. Namun sudah akan ada lagi penambahan satu kontainer (24 ton) setelah Lebaran ini," ujarnya.

Pihaknya menjamin stok tersebut selalu tetap tercukupi hingga akhir Lebaran Idul Adha, menurut dia, karena setiap persediaan berkurang, pihaknya sudah kembali melakukan permintaan kebutuhan itu.
Ketersediaan beras di salah satu gudang Bulog di Kendari tersedia hingga beberapa bulan ke depan. (foto ANTARA/ Azis Senong)

"Kalau beras masih aman sampai selesai lebaran. Stok beras kita sampai sekarang masih ada sebanyak 600 ton lebih," ujarnya.

Sedangkan stok bawang putih, menurut Ardiansyah, kondisi dipasaran masih tersedia dan normal, sehingga pihaknya belum penambahan bumbu dapur itu seiring juga pengiriman barang tersebut belum ada karena belum ada panen raya di jawa.

"Jadi nanti kita dikirimkan lagi kalau stok sudah mau habis," ujarnya, tanpa menyebut secara pasti waktu pengiriman stok tersebut.

Dalam mengantisipasi kebutuhan pangan dipasaran selalu tersedia, kata dia, saat ini pihaknya menerapkan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang di Baubau belum lama ini diluncurkan oleh Wali Kota Baubau.

"KPSH ini kita kerjasama dengan pedagang-pedagang dipasar. Jadi namanya KPSH, kita bisa turun kelapangan atau mitra-mitra dan distributor kita yang menjual dagangan itu dengan mengambil barang tersebut di kita (Bulog, red)," tandasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar