Dishub: Tidak ada lonjakan arus mudik jelang Idul Adha

id Dishub

Arus kendaraan mudik idul adha dari Pelabuhan penyeberang Tampo (Kabupaten Muna) menuju Torobulo (Konawe Selatan) tidak begitu padat saat lebaran Idul Fitri. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan, tidak ada lonjakan penumpang arus mudik lebaran yang begitu berarti menjelang hari raya Idul Adha 1440 hijriah.

"Sejauh ini tidak melakukan langkah-langkah khusus untuk mengantisipasi mudik Idul Adha tahun ini, karena aktivitas penumpang hingga saat ini masih tergolong normal," kata Kadishub Sultra, Hado Hasina di Kendari, Jumat.

Menurut Kadishub, mudik Idul Adha tidak akan seperti Idul fitri sehingga, diprediksi tidak akan ada lonjakan penumpang yang signifikan.

Apalagi, tambah dia, tahun ini lebaran kena hari Minggu, sehingga tidak ada libur kantor.

"Jadi, mudik Idul adha bisa saja, beda dengan hari raya Idul Fitri. Karena Idul Adha itu jatuh pada hari Minggu dan Senin berkantor. Jadi, tidak ada libur," terang Hado.

Mantan Kadis PU dan Plt.Sekda Buton Utara itu, jasa transportasi, baik darat, laut, dan udara agar bekerja secara profesional dan mengutamakan pelayanan yang baik kepada setiap penumpang yang mudik maupun balik setelah lebaran.

"Yang pasti bahwa petugas melakukan tugas dan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan, itu yang paling penting,"

Ia mengatakan, bila tugas dan tanggung jawab di lakukan itu dengan penuh keikhlasan, Insya Allah semua akan berjalan dengan baik.

Hado menambahkan, mudik di Sultra mulai teratasi. Karena, Sultra saat ini, beda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Saat ini sudah banyak kapal penumpang, sehingga untuk jalur mudik itu banyak alternatif. Tidak perlu kita ragu lagi, naik motor bisa, kapal bisa, pesawat bisa," pungkasnya.

Pantauan di pelabuhan penyeberangan fery Tampo (Muna) menuju Torobulu (Konawe Selatan), pihak ASDP masih.mengarahkan dua kapal fery yakni KMP Nuku dan KMP Rubia dan setiap kalap fery melayani 4 trip setiap hari.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar