Di Lampung, PT Charoen Pokhpand kenalkan mobil pengering jagung

id mobil pengering jagung, ktna, lampung selatan, produksi jagung

Di Lampung, PT Charoen Pokhpand kenalkan mobil pengering jagung

Mobil pengering jagung (Mobile Corn Dryer/MCD) (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

Lampung Selatan (ANTARA) - PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) memperkenalkan mobil pengering jagung (Mobile Corn Dryer/MCD) hasil kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI pada ajang Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI tingkat Provinsi Lampung yang dipusatkan di Lampung Selatan.

"MCD itu, untuk mendukung program swasembada pangan, khususnya jagung, PT CPI bekerja sama dengan Kementerian Pertanian mengembangkan konsep fasilitas pengeringan jagung yang dapat berpindah secara mudah ke lokasi panen jagung," kata Deputi General Manager PT. CPI, Hadi Widajat, di Kalianda, Lampung Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan, kelebihan yang didapatkan petani jagung dari konsep ini adalah dapat meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, mendapatkan kualitas lebih baik dan pada akhirnya dapat menikmati harga yang lebih baik dan sudah memiliki kadar air yang lebih rendah.

Menurut dia, konsep Mobile Corn Dryer mulai diperkenalkan pada awal tahun 2018 kepada Kementerian Pertanian oleh PT Charoen Pokphand Indonesia dalam upaya meningkatkan penyerapan jagung secara langsung dari petani yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.

Ia menjelaskan, berkat pengarahan dan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian maka prototipe pertama diawali dengan menggunakan tiga unit truk, pengembangan terus berlanjut sampai dengan desain yang dapat diminiaturkan menjadi hanya satu unit truk tanpa mengurangi fungsi dan kapasitas yang ditetapkan pada desain awal.

Keberhasilan ini diwujudkan pada pembuatan prototipe yang dipamerkan pada Indo Livestock 2018, pada saat tersebut di hadiri oleh Presiden RI, Jokowi.

Ia menyebutkan, Presiden saat itu memberikan tantangan dan semangat untuk membuat yang lebih baik, lebih efisien dan tepat guna sehingga dapat langsung bermanfaat untuk para petani jagung.

Prototipe kedua ini selanjutnya akan diserahkan kepada Kementerian Pertanian dalam hal ini Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, sebagai "proof of concept" yang tentunya dapat disempurnakan lebih lanjut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani jagung, maka pengembangan prototipe terus dilakukan, hingga saat ini telah mencapai prototipe versi 2.3, pada 29 Agustus 2018 sudah dilakukan uji coba lapangan perdana pada panen jagung di Lampung Selatan, lalu pada 15 Februari 2019 lalu kembali dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Tuban yang dilakukan oleh Menteri Pertanian.

Saat ini dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Blora, berikutnya akan terus dilakukan uji coba secara berkala di beberapa sentra produksi jagung untuk memberikan bukti implementasi nyata atas kegunaan dari Mobile Corn Dryer pada pertanian jagung di negeri ini.

"Saya berharap Mobile Corn Dryer yang merupakan hasil karya anak bangsa ini dapat menjadi sebuah potensi solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung yang selama ini selalu dihadapi oleh petani saat menjual hasil produksinya bernilai minimum," kata Hadi.

Ia menyebutkan, MCD itu mampu mengeringkan jagung sebanyak satu ton per jam.

Salah seorang petani di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Eko Yudianto mengaku alat tersebut sangat membantu petani terutama saat musim penghujan, dimana masalah penjemuran jagung untuk menurunkan kadar air menjadi terhambat.

Menurutnya, petani akan banyak merugi jika jagung hasil panen tidak cepat dilakukan pengeringan, adanya mesin pengering akan membantu petani agar mendapat harga yang baik untuk komoditi jagung.

"Mesin pengering ini sangat membantu petani terutama saat musim penghujan dan membantu petani mendapat hasil terbaik," ujar Eko Yudianto

Ia berharap pemerintah bisa membantu kelompok tani dengan memberikan bantuan mesin pengering seperti ini guna membantu para petani untuk maju sehingga dapat menunjang perekonomian.
 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar