Pascaamblesnya Trans Sulawesi, PDAM Kendari pastikan distribusi air bersih normal kembali

id pdam

Pascaamblesnya Trans Sulawesi, PDAM Kendari pastikan distribusi air bersih normal kembali

Sebuah alat berat saat mengangkan pipa milik PDAM Kendari yang rusak akibat amblasnya jalan di Kecamatan Pohara Kabupaten Konawe. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Pascaamblasnya jalan trans Sulawesi yang terjadi di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara sejak tanggal 2 Juli  lalu yang merusak pipa air milik PDAM Tirta Anoa Kota Kendari, pihak PDAM memastikan distribusi air bersih akan normal kembali dalam waktu singkat.

Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin di Kendari, Jumat menjelaskan, terdapat dua pipa ukuran besar dengan diameter 600 milimeter yang terputus total akibat terkena longsoran jalan. Sehingga untuk perbaikan pipa tersebut harus menggunakan alat berat karena tidak bisa diperbaiki secara manual.

Akibat amblasnya jalan di kawasan itu, distribusi air bersih untuk enam kecamatan yang ada di Kota Kendari menjadi terhenti. Enam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Puwatu, Mandonga, Kadia dan Wua-Wua.

Ia mengatakan, perbaikan pipa yang putus akibat amblasnya jalan di wilayah itu membuat pihak petugas PDAM siang malam melakukan perbaikan hingga saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian.

"Proses perbaikan pipa yang rusak itu harus dilakukan secara hati-hati karena tanah di sekitar jalan Pohara masih labil. Selain itu, kondisi cuaca juga harus baik dan tidak hujan, agar air dalam pipa tidak terkontaminasi dengan lumpur.

Daming mengaku sudah berupaya memperbaiki pipa tersebut hingga tengah malam dan berharap bisa segera normal kembali, sehingga pelayanan air bersih di Kota Kendari kembali lancar, meskipun itu harus menggunakan bantuan alat berat eksavator karena pipanya diameter cekup besar.

Damin menjelaskan dengan rusaknya pipa air tersebut, PDAM mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, Penjualan air bersih kepada pelanggan ikut terhenti. Apalagi sumber mata air dari Pohara tersebut melayani sekitar 16.000 atau 80 persen pelanggan PDAM Kota Kendari.

"Untuk kecamatan lain, distribusi air tetap berjalan dengan normal, bahkan yang dulunya pelayanan air hanya tiga hari sekali, kini hanya berselang satu hari," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa, selain dari Sungai Pohara sebagai sumber air bersih yang digunakan masyarakat Kota Kendari, juga ada beberapa sumber air PDAM Kendari yakni Sungai Wanggu, Sungai Anggoeya, Mata Air Matabondu dan sumber air Gunung Jati.***3***
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar