Polda Sulawesi Tenggara apel pengamanan sidang PHPU

id polda-phpu,sidang mk, mahkamah kontitusi

Arsip: Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto (kiri depan), bersama Kepala SAR dan Danrem 143/HO serta pejabat instansi terkait lainnya. (Foto ANTARA/ Muhammad Harianto).

Apel konsolidasi dilaksanakan untuk mengecek kembali personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri maupun TNI dalam rangka pengamanan sidang PHPU
Kendari (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menggelar apel persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang akan digelar di kampus Universitas Haluoleo, Kendari.

Pemilihan presidan dan pemilihan legislatif 17 April 2019 di wilayah Sultra berjalan demokratis dan damai berkat kepedulian dan tanggungjawab semua elemen, kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto di Kendari, Kamis.

"Rangkaian pesta demokrasi pilpres dan pileg belum berakhir menyusul adanya para pihak yang keberatan atas hasil pemilihan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI," kata Iriyanto.

Kapolda Sultra memerintahkan jajaran kepolisian untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan TNI, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya agar kondisi kondusif dan kedamaian daerah ini tetap terjaga.

"Apel konsolidasi dilaksanakan untuk mengecek kembali personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri maupun TNI dalam rangka pengamanan sidang PHPU," ujar Kapolda Sultra.

Baca juga: Pulihkan konflik Buton, Mensos rencanakan program Keserasian Sosial

Baca juga: Sultra tetapkan masa tanggap darurat bencana 14 hari


Secara terpisah Ketua KPU Sultra Laode Abdul Natsir mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu sehubungan gugatan para pemohon.

"KPU mengapresiasi sikap para pemohon yang menempuh upaya konstitusional sebagai ekspresi penolakan hasil pemilihan yang telah ditetapkan penyelenggara pemilihan," kata Laode Natsir.

Data KPU Sultra mencatat sebanyak sembilan berkas gugatan penolakan hasil pemilihan dari calon legislatif telah didaftar di Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: Polisi: provokator konflik di Buton terus dikejar

Baca juga: Partai politik diminta redam potensi konflik Pemilu

 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar