Ekspor Sultra April 2019 tercatat 181,32 Juta dolar

id bps

suasana kegiatan rilis BPS Sultra. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada April 2019 tercatat 181,32 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami kenaikan sebesar 27,28 persen dibanding ekspor Maret 2019 yang tercatat 142,45 juta dolar Ameriks Serikat.

Sementara, volume ekspor April 2019 tercatat 685,98 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 36,86 persen dibanding Maret 2019 yang tercatat 1.086,43 ribu ton.
    
Kepala BPS Sultra, Moh.Edy Mahmdu di Kendari, Senin, total ekspor Sulawesi Tenggara selama Januari-April 2019 mencapai 3.929,65 ribu ton atau senilai 520,12 juta dolar AS.

Sementara nilai impor Sulawesi Tenggara pada April 2019 tercatat 53,96 juta dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 87,67 persen dibanding impor Maret 2019 yang tercatat 28,75 juta dolar.

Sementara volume impor April 2019 tercatat 107,12 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 130,17 persen dibanding impor Maret 2019 yang tercatat 46,54 ribu ton.

Dengan demikian, kata Edy, total impor Sulawesi Tenggara Januari-April 2019 mencapai 377,16 ribu ton atau senilai 164,91 juta dolar AS.

Terkait masalah nilai tukar petani di bulan yang sama 2019, Edy mengatakan pada Mei 2019 tercatat 94,06 atau mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 93,88.

NTP masing-masing subsektor tercatat sebagai berikut: Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 87,17; Subsektor Hortikultura (NTPH) 94,88; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat

(NTPR) 85,23; Subsektor Peternakan (NTPT) 106,60 dan Subsektor Perikanan (NTNP) 115,97. Sedangkan Indeks NTP Nasional sebesar 102,61 atau naik sebesar 0,38 persen dari sebelumnya 102,23.

Pada bulan Mei 2019, secara nasional 17 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 16 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Yogyakarta yaitu sebesar 2,01 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Aceh sebesar 2,10 persen.

Mei 2019 Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat mengalami inflasi perdesaan sebesar 1,42 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam subkelompok konsumsi rumah tangga, yaitu subkelompok bahan makanan sebesar 3,17 persen; subkelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,32 persen.

Kemudian, subkelompok perumahan sebesar 0,06 persen; subkelompok sandang 0,90 persen; subkelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, bps2dan olah raga sebesar 0,14 persen. Sedangkan subkelompok transportasi dan komunikasi tercatat turun sebesar 0,59 persen.***1***



 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar