Pasar Murah Ramadhan Kendari diserbu warga

id Pasar murah

Warga kendari yang menyerbu pasar murah ramadhan yang digelar Pemprov Sultra di Kawasan Tugu Religi Alun alun Kendari 22-25 Mei 2019. (Foto ANTARA/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih antusias menyerbu pasar murah Ramadhan 1440 Hijriah hingga berdesakan yang digelar Pemprov Sultra, sejak 22 Mei hingga 25 Mei 2019 di Alun-Alun Kota Kendari. 

Pantauan, warga yang datang di hari pertama pasar murah Ramadhan tersebut adalah warga berpenghasilan rendah atau ekonomi lemah yang sebelumnya diberi kupon belanja gratis oleh pemerintah provinsi Sultra.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sitti Saleha, mengatakan, sebelumnya, pemprov telah membagikan kupon belanja gratis sebanyak 2.000 lembar dengan nilai Rp50.000 per kupon. 

"Tetapi sayangnya, kupon yang kami bagikan pada pasar murah kali ini sangat terbatas, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini karena beberapa pihak seperti BUMN dan perusahaan tambang yang melakukan ekspor tidak berpartisipasi memberikan donasi untuk kesuksesan kegiatan ini," katanya.

Dikatakan, sejak dibuka oleh Sekda Sultra pada 22 Mei lalu, pasar murah tersebut ramai dikunjungi warga karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau.

"karena selain melayani warga yang menggunakan kupon, kami juga melayani warga yang tidak menggunakan kupon, harga yang kami tawarkan adalah harga distributor yang berada di bawah harga di pasar," katanya.

Salah seorang pembeli, Milda (23), mengatakan ia sengaja datang belanja di tempat itu karena lokasinya mudah dijangkau dan harga di bawah dari yang ada di pasar.

"Selain itu, bahan yang saya butuhkan juga tersedia di tempat ini terutama untuk kebutuhan membuat kue lebaran," katanya.

Pembeli lainnya, Afar (40) mengatakan ia datang belanja sekaligus menukar kupon belanja gratis senilai Rp50 ribu yang ia miliki.

"Selain tukar kupon ini dengan bahan pokok sesuai kebutuhan dan nilainya, juga sekaligus belanja bahan pokok lainnya karena harganya lebih terjangkau," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar