Lima mantan kepala daerah di Sultra melenggang ke Senayan

id mantan bupati

Lima mantan kepala daerah di Sultra yang sukses lolos kesenayan yakni Ridwan Bae, Rusda Mahmud, Hugua, Imran dan Amirul Tamim. (Foto ANTARA/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Hasil rapat pleno rekapitulasi perolehan suara yang digelar KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 8-12 Mei 2019 di Kendari, menobatkan setidaknya lima mantan kepala daerah yang menjabat di wilayah itu melenggang ke Senayan yang bakal bakal menduduki kursi di DPR RI dan DPD RI.

Mantan kepala daerah tersebut adalah Ridwan Bae (Golkar), Hugua (PDIP), Rusda Mahmud (Demokrat), Imran (Gerindra) dan Amirul Tamim (DPD-RI).

Partai Golkar berhasil mengumpulkan suara terbanyak yakni 203.794 suara dan peraih suara terbanyak diinternal partai adalah Ridwan Bae sebanyak 97.602 suara sekaligus lolos ke Senayan. Ridwan Bae pernah menjadi Bupati Muna dua periode yakni 2000-2005 dan 2005-2010.

Usai periode kedua, Ridwan Bae pernah menjadi calon Gubernur Sultra tahun 2013 namun gagal. Dan akhirnya kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2014, sehingga saat ini ia menjadi calon petahana yang lolos kembali ke Senayan.  

Hugua lolos ke Senayan melalui setelah meraih 70.741 suara di PDIP yang meriah total 183.197 suara. Hugua pernah menjadi Bupati Wakatobi dua periode yakni 2006-2011 dan 2011-2016. 

Hugua juga pernah mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur Sultra pada Pilkada 2018 namun gagal, kemudian menjadi caleg PDIP pemilu 2019 dan dinyatakan lolos ke Senayan.

Selanjutnya adalah Rusda Mahmud yang meraih 97.806 suara dan lolos ke Senayan melalui Partai Demokrat yang meraih total 163.684 suara. Rusda Mahmud pernah menjadi Bupati Kolaka Utara dua periode yakni 2007-2012 dan periode 2012-2017.

Rusda Mahmud juga pernah maju sebagai Calon Gubernur Sultra pada Pilkada 2018 tetapi gagal, akhirnya maju menjadi caleg DPR RI melalui Demokrat dan terpilih ke Senayan.
  
Mantan kepala daerah berikutnya adalah Imran yang meraih 61.507 suara sekaligus mengantarnya ke Senayan melalui Partai Gerindera yang meraih total 151.872 suara. Imran pernah menjadi Bupati Konawe Selatan dua periode yakni 2005-2010 dan periode 2010-2015.

Sementara itu, Amirul Tamim melenggang ke Senayan melalui jalur DPD RI, ia peraih suara terbanyak kedua di caleg DPD yakni mengantongi 73.399 suara. Amirul Tamim pernah menjadi Wali Kota Baubau dua periode yakni 2003-2008 dan periode 2008-2013.

Amirul Tamim pernah menjadi calon Wakil Gubernur Sultra tahun 2013 namun gagal. Kemudian tahun 2014 ia maju sebagai caleg DPR RI melalui PPP dan terpilih menjadi anggota DPR, namun pada pemilu 2019 ia pindah menjadi caleg di DPD RI dan terpilih ke Senayan.

Selain lima mantan kepala daerah tersebut, terdapat beberapa kerabat mantan kepala daerah yang melenggang ke Senayan yakni Tina Nur Alam merupakan istri dari mantan Gubernur Sultra Nur Alam. Ia lolos menjadi anggota DPR RI melalui Partai Nasdem.

Selanjutnya Fachri Pahlevi Konggoasa lolos menjadi anggota DPR RI melalui PAN, Fachri merupakan putra Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Selanjutnya Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan lolos menjadi anggota DPD RI, ia merupakan putri dari Ridwan Bae. Kemudian Andi Nirwana lolos menjadi anggota DPD RI, Andi Nurwana merupakan istri Bupati Bombana, Tafdil, yang menjabat saat ini.

Satu-satunya perwakilan Sultra yang lolos ke Senayan bukan kerabat kepala daerah adalah Dewa Putu Ardika Seputra sebagai anggota DPD RI.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar