Kapasitas produksi air PDAM Kendari 410 liter/detik

id Produksi air

Kapasitas produksi air PDAM Kendari 410 liter/detik

Arsip - Petugas melakukan pemeriksaan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja) Pejompongan, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Pemerintah DKI Jakarta akan mengambil alih pengelolaan air di Jakarta dari Palyja dan Aetra melalui jalur Perdata. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Kendari (ANTARA) - Kapasitas produksi air yang dihasilkan Perusahaan Daerah air Minum (PDAM) Kota Kendari, saat ini baru mencapai 410 liter per detik.

Dirut PDAM Kendari, Damin, di Kendari, Minggu, mengatakan kapasitas produksi tersebut belum bisa memenuhi secara maksimal kebutuhan air bersih warga kota Kendari yang mencapai 700 liter per detik.

"Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menambah kapasitas produksi air yakni menambah bak tangkapan dari sumber air baku," kata Damin.

Dikatakan, saat ini sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan Intake Matabondu yang ada di Kecamatan Bondoala Konawe sebagai salah satu upaya menambah kapasitas produksi air.

"Intake adalah bangunan yang digunakan untuk menampung air dari sungai atau mata air terbesar suatu daerah sesuai dengan jumlah yang diperlukan," katanya.

Menurut Damin, proyek pembangunan bak tangkapan air atau Intake Matabondu Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe, berkapasitas produksi air 40 liter per detik.

"Selama ini PDAM Kendari, hanya mengandalkan sumber air baku dari sungai Pohara, sungai Wanggu dan Sungai Anggoeya, namun belum maksimal memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga kontraktor menjajikan jika pembangunan intake Matabondu dapat rampung akhir tahun ini," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar