Hujan deras, Sejumlah kawasan di Kendari terendam banjir

id Hujan deras,Kendari banjir

Hujan deras menyebabkan sejumlah titik tertentu di kawasan perumahan di Kendari terendam banjir, Minggu petang. (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Hujan yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu sore hingga petang, menyebabkan sejumlah titik atau kawasan pemukiman di daerah itu terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 30 cm hingga ada yang mencapai 1 meter.

Pantaun di Kendari, beberapa titik yang menjadi langganan banjir selama ini langsung terendam seperti di Komplek Perumahan BNI Griya, BTN Pepabri Lepo-Lepo Indah dan BTN Findayani dan sekitar Kali Wanggu Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga, warga mulai panik dan berhamburan keluar rumah menyelamatkan barang yang bisa diselamatkan di tenpat yang aman.

Beberapa titik juga seperti di Kekurahan Poasia, Kelurahan Lalolara, Kelurahan Korumba, Kelurahan Kelurahan Lahundape juga dilaporkan terendam akibat hujan yang cukup deras, walaupun waktunya hanya berjalan 1 jam .

Kepala BPBD Kota Kendari ytang dihubungi terpisah, Suhardin, mengatakan pihaknya saat ini sedang memantau sejumlah titik yang terendam banjir untuk memberikan bantuan atau penanganan.

"Beberapa personel kami ada yang dikerahkan pada titik tertentu, untuk memastikan berapa titik yang selama ini menjadi langganan banjir sudah terendam," katanya.

Lurah Wundudopi Kecamatan Baruga, Syafril Tekaka membenarkan terjadi banjir di wilayahnya, terutama pada dua titik terparah yang menjadi langganan banjir disaat hujan tiba.

Ia mengatakan kawasan Wundudopi menjadi langganan banjir kiriman yang terkadang tidak hujan di wilayah Wundudopi, tiba-tiba banjir seketika. Banjir kiriman itu datang dari kali hombes di keluruhan Watubangga.

   

Hingga berita ini diturunkan, kondisi hujan di Kota Kendari mulai redah, namun warga masih tetap waspada karena kuatir hujan susulan kembali turun karena cuaca gelap masih menutupi wilayah Kendari dan sekitarnya.

 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar