Tambah personil, Polres Kendari minta BKO Polda pengamanan di TPS

id pengamanan

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaid di Kendari, Kamis (foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Jelang Pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April 2019 yang tersisa lima hari lagi, Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menambah personil untuk pengamanan 1.301 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada empat Kabupaten/kota di Sultra.

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaedi di Kendari, Kamis mengatakan dengan kondisi personel Polres Kendari yang hanya berjumlah 886 orang, tentunya hal ini tidak akan cukup untuk mengamankan seluruh TPS yang ada di empat kabupaten kota.

"Untuk itu kami telah meminta BKO dari Polda Sultra untuk membantu pengamanan TPS dengan jumlah aparat sebanyak 238 personil," ujar Kapolres.

Selain itu kata Jemi Junaedi pihaknya tidak hanya meminta BKO untuk pengamanan TPS namun juga pihaknya meminta 30 Personil Dalmas Polda dan Brimob sebanyak 100 personil yang nantinya difungsikan untuk melakukan patroli mobile dengan sasaran pada daerah rawan dan daerah yang di nilai sangat rawan.

"Personil kami untuk Polres Kendari sebanyak 886, kami tentunya dengan kondisi yang ada ini tidak bisa mengamankan 1.301 TPS, makanya kami meminta BKO dari Polda Sultra,” tutur AKBP Jemi Junaedi.

Menurut Kapolres Kendari selain mendapat BKO dari Polda Sultra, pihaknya telah meminta bantuan pihak TNI dalam hal ini Kodim 1417 Kendari sebanyak 30 personil dan juga telah meminta ke pemerintah kota Kendari untuk dapat memberdayakan personil Pol PP yang nantinya difungsikan untuk menjaga aset-aset daerah dari tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dapat merusak jalannya pelaksanaan pemilu serentak 2019 ini.

"Selain mendapat bantuan BKO dari Polda Sultra kami juga mendapat bantuan 30 personil dari TNI khususnya dari Kodim Kendari, dan juga meminta Pemkot Kendari untuk menyiagakan Satpol PP," tuturnya.

Lebih lanjut mantan Kapolres Konawe itu berharap dalam pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019 nantinya masyarakat dapat menyalurkan hak politiknya dan tidak golput serta tetap menjaga keamanan dan kebersamaan khususnya di kota Kendari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Pilpres 2019 yang dirangkaikan dengan pemilu legislatif (Pileg) diikuti dua pasang calon presiden dan wakil presiden yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar