Sehat, kinerja PDAM Baubau

id pdam

Sehat, kinerja PDAM Baubau

ilustrasi - Direktur PDAM (kiri) Jufrizal meninjau lokasi waduk di desa Wonosari Kecamatan Bengkalis yang saat ini mengalami penyusutan debit air akibat kemarau.(Alfisnardo)

Baubau (ANTARA) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara mengeluarkan hasil evaluasi atas kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau yang dinyatakan telah bekinerja sehat.

Sekretaris Daerah Kota Baubau, Roni Muhtar, Rabu mengaku senang dan mengapresiasi jajaran manajemen perusahaan milik daerah itu yang telah bekerja sesuai dengan tupoksinya terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, prestasi itu tidak lepas dari upaya yang sudah dilakukan selama ini dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, sehingga dapat membuahkan hasil yang positif.

"Tentunya hasil penilaian BPKP kepada PDAM Kota Baubau ini membuat kita senang," ungkap Roni Muhtar.

Dirinya berharap, prestasi tersebut bisa menjadi dorongan agar ke depan pelayanan PDAM Baubau dapat terus ditingkatkan sehingga kebutuhan air bersih tidak lagi menjadi permasalahan Kota Baubau di masa mendatang.

Seperti diketahui, kinerja PDAM Baubau di tahun-tahun sebelumnya memang masuk kategori Sakit. Pada 2017, manajemen PDAM Baubau di bawah kepemimpinan Pelaksana Direktur, La Ode Ali Hasan melakukan berbagai inovasi dan perbaikan pelayanan.

Dari upaya tersebut, memberikan hasil positif yang mengantarkan kinerja PDAM Baubau meraih predikat Kurang Sehat atas evaluasi BPKP Sultra. Dan capaian kinerja itu meningkat lagi pada 2018, dari Kurang Sehat menjadi Sehat.

Beberapa indikator yang mengantarkan kinerja PDAM Baubau meraih kategori Sehat, diantaranya karena laporan keuangan yang dinilai sudah membaik, tingkat kebocoran air berkurang, serta sumber-sumber air PDAM, kini sudah banyak yang dimanfaatkan dan terus dimaksimalkan.

Selain itu jumlah pelanggan PDAM Baubau mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dari sebelumnya hanya sekira sembilan ribu pelanggan, kini menjadi kurang lebih 14 ribu pelanggan.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar