Maret 2019, Kendari deflasi 0,24 Persen

id bps,deflasi,kendari

Maret 2019, Kendari  deflasi 0,24 Persen

Arsip - Penyampaian rilis Inflasi-deflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra. (Foto ANTARA/ Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara  pada Maret  2019 mengalami deflasi  sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 129,05.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Sultra, Mohammad Edy Mahmud di Kendari, Senin mengungkapkan, secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 31 kota tercatat deflasi dan 51 kota tercatat inflasi.

deflasi terdalam tercatat di Kota Tual (Provinsi Maluku) sebesar 3,03 persen dengan IHK 154, 23 dan deflasi terendah tercatat di Kota Palembang (Provinsi Sumatera Selatan), Batam (Provinsi Kepulauan Riau), dan Sampit (Provinsi Kalimantan Tengah) masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing 131,94; 137,48; dan 138,61.

"Deflasi yang terjadi di Kota Kendari ini disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,75 persen," ujar Edy Mahmud.

Sementara kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok kesehatan yang mencapai 1,11 persen; transpor tasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,51 persen; sandang 0,21 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen; serta makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,02 persen.

Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan/ relatif stabil.

Edy Mahmud menambahkan, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah ikan layang/benggol, cakalang/sisik, sayur bayam, tomat sayur, jantung pisang, ekor kuning, daun kacang panjang muda, rambe, terong panjang, dan sawi hijau.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah angkutan udara, beras, obat dengan resep, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, cumi-cumi, biaya pengiriman barang, nangka muda, bawang putih dan kacang panjang.

 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar