Perkemi Sultra gelar ujian kenaikan tingkat

id Kenaikan tingkat

Perkemi Sultra gelar ujian kenaikan tingkat

Perkemi Sultra gelar ujian kenaikan tingkat di GOR Bahteramas Kendari, Sabtu-Minggu (16-17/3) (Foto Antara/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan Gashuku dan ujian kenaikan tingkat yang berlangsung di GOR Pemuda Bahteramas Kendari selama dua hari, Sabtu (16/3) dan Minggu (17/3).

Ketua Perkemi Sultra, Harmin Ramba, mengatakan bahwa kegiatan itu dilakukan sebagai bagian program kerja Perkemi Sultra 2019 dalam mengembangkan olahraga beladiri tersebut di Sultra.

"Peserta kenaikan tingkat ini sebanyak 160 kenshi dari berbagai dojo di Kota Kendari. Peserta hanya dari Kendari dan ujian kenaikan tingkat kali ini mulai kyu 5 sampai kyu 1," kata Harmin Ramba.

Dikatakan, ujian kenaikan tingkat ini melalui tes ujian oleh penguji yang sudah mendapatkan mandat dari PB Perkemi di Jakarta.

"Demikian para kenshi yang ikut kenaikan tingkat adalah mereka yang mendapat rekomendasi dari pusat untuk ikut ujian berdasarkan yang memenuhi syarat administrasi," katanya.

Menurut Harmin, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji kemampuan dan kualitas di bidang teknik serta praktek dalam ujian tertulis, dan untuk menyeragamkan teknik beladiri Kempo yang lebih baik dan menjadi ajang silaturahmi kenshi dari Dojo-Dojo yang ada di Kendari.

Dengan kegiatan itu kata pemegang sabuk hitam III DAN ini, dapat mempermudah kenshi-kenshi memahami dan menguasai teknik yang ada pada beladiri shorinji kempo.

Selain teknik bela diri kata kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Sultra ini, Kempo ini sendiri juga memperlihatkan gerakan-gerakan yang bernilai seni dan karya serta  sehat bagi jiwa dan tubuh.

"Gerakan-gerakan olahraga ini tidak sulit, yang terpenting kemauan dan keyakinan. Tujuan lain dari kegiatan ini untuk membangun atlit Kempo yang handal, khususnya Kenshi yang ada Sultra secara umum," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar