Dinas koperasi Baubau bekali pelaku UKM

id Ukm baubau

Suasana kegiatan sosialisasi peningkatan standarisasi mutu produk UKM yang digelar Dinas Koperasi UKM Baubau, di Baubau, Kamis. (Foto Antara/Yusran)

Baubau  (Antaranews Sultra) - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, membekali pelaku usaha kecil dan menengah daerah itu guna memahami produk-produk yang bisa dibuat untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Baubau, Samsul Bahri, di Baubau, Kamis, mengatakan, pelatihan dan sosialisasi peningkatan standarisasi mutu produk UKM?dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi bertujuan memberikan pelajaran bagi para pelaku wirausaha pemula dalam peningkatan keterampilan untuk menciptakan produk-produk yang memenuhi standarisasi.

"Memang kita hadirkan khusus dari kementerian karena memang beliau ahli di bidang standarisasi (SNI). Jadi mutu produk-produk itu beliau sangat paham," ujar Samsul, usai kegiatan sosialisasi peningkatan standarisasi mutu produk UKM di Aula salah satu hotel daerah itu.

Dengan ilmu yang diperoleh tersebut pula, kata dia, selain?sebagai bekal bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi, juga bisa menjadi pegangan apabila ada bantuan dari pemerintah pusat.

"Jadi nanti kita harapkan mereka juga dokumentasinya bisa lengkap guna kita usulkan ke pusat untuk mendapatkan bantuan sekitar Rp10-Rp12 juta. Dan persyaratannya harus punya sertifikat," katanya.

Untuk lebih melengkapi standarisasi usaha yang digeluti, menurut dia, pelaku usaha juga harus memiliki izin edar, mutu, dan kemasan serta sertifikasi halal.

"Di Baubau baru sekitar 10 yang mendapatkan sertifkasi halal, tapi nanti kita akan usulkan lagi berikutnya, karena sertifikasi halal itu tidak mudah, harus betul-betul dilihat? dan diuji baru diterbitkan," ujarnya.

Samsul juga mengatakan, pelaku UKM di Baubau sudah cukup bagus, hanya untuk mengetahui standarisasi produk-produk itu pihaknya belum mempunyai alat untuk menguji standarisasi tersebut.

"Hanya di sini kita memberikan gambaran-gambaran agar mereka melakukan yang seperti apa, sehingga produknya betul-betul memenuhi standar untuk tidak hanya dijual dilokalan tapi diluar daerah," katanya.

Dia juga menambahkan, pelaku usaha kecil yang didaftar pihaknya mencapai sekitar 8 ribu lebih, namun sebagian besar belum memiliki sertifikasi.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar