Kolaka Timur targetkan jadi pemasok melon terbesar Sultra

id Koltim melon

Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah. (Foto Antara/Azis Senong)

Kolaka Timur (Antaranews Sultra) - Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, menargetkan akan menjadi pemasok buah melon terbesar di provinsi tersebut.

Bupati Koltim Tony Herbiansyah di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Jumat mengatakan, produk melon dinilai akan memberi dampak positif bagi petani setempat karena beberapa wilayah kecamatan di daerah itu sangat cocok untuk budidaya tanaman melon sebagai bagian produk tanaman perkebunan dan hortikultura.

"Kenapa saya tekankan mengembangkan tanaman melon di Koltim, karena semua hotel dan restoran di Indonesia selalu menyajikan buah melon. Dan khusus di Kendari permintaan buah melon di mencapai 40 ton per hari artinya ini merupaka pangsa pasar yang bagus," ujar bupati saat menghadiri panen perdana melon dan tananam perkebunan hortikultura di Desa Muliya Jaya, Kecamatan Dangia.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada petani melon, pihaknya memerintahkan dinas perkebunan untuk melakukan sosialisasi termasuk akan memberi bantuan bibit melon secara cuma-cuma. Apalagi sesuai dengan visi misi bupati untuk menciptakan Koltim sebagai penghasil hortikultura terbesar di Sultra sekaligus penghasil melon di Sultra.

"Setelah kelompok tani melakukan ujicoba tanaman melon ternyata hasilnya sangat luar biasa, dengan penghasilan yang bisa dicapai Rp15 hingga Rp17 juta sekali panen," katanya.

Menurut dia, antusias petani mengembangkan tanaman melon itu karena selain perawatannya tidak begitu rumit, juga usia panennya hanya membutuhkan 67 hari.

"Jadi kenapa pemerintah mendorong petani mengembangkan tanaman melon karena pangsa pasarnya cukup menjanjikan baik di pasar Kota Kendari maupun permintaan? pasar dari luar provinsi," ujar Tony Herbiansyah.

Mantan Wakil Bupati Konawe itu mengungkapkan antusias warga Koltim mendorong petani mengembangkan tanman melon karena merupakan bagian program visi misi Pemkab Koltim di bidang agrobisnis dalam arti luas.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar